Ritual Tao Untuk Relokasi Kuburan

Perubahan zaman tidak dapat dielakkan. Sekarang mobilitas/perpindahan tempat tinggal semakin mudah. Banyak orang yang meninggalkan kampung halaman dan menetap di daerah lain. Jumlah anak dari suatu keluarga menyusut hingga 1-3 anak saja. Pembangunan jalan, jembatan, saluran air, dan perumahan berjalan dengan cepat dan mencakup area yang luas.

Perubahan-perubahan di atas tidak jarang membawa pengaruh terhadap kuburan orang tua atau leluhur kita. Ada kuburan yang mungkin digusur karena mau dibuat jalan, ada yang kurang terawat karena anak cucu berpindah ke daerah lain dan jarang kembali, ada yang terendam banjir, atau berbagai hal lain.

Kuburan orang tua yang tidak terawat, terutama jika sampai rusak/pecah, tentu tidak baik. Di samping menunjukkan kurang perhatian, juga akan berpengaruh terhadap kehidupan anak cucu. Dalam hal ini agama Tao memiliki ritual khusus relokasi kuburan yang disebut Qian Zang Yi Shi.

Dalam ritual Qian Zang Yi Shi, pimpinan dan petugas upacara bersama-sama dengan perwakilan keluarga melakukan sembahyang kepada Dewa-Dewi terlebih dahulu. Sembahyang ini bertujuan untuk menyampaikan bahwa kuburan akan dibongkar dan jenazah yang masih ada akan direlokasi/dipindahkan.

Selanjutnya kuburan dibongkar dan peti mati diangkat naik. Pimpinan upacara mengecek kondisi peti mati. Jika kondisinya sudah rusak, maka tulang-tulang jenazah harus diambil dan dibersihkan. Kemudian tulang-tulang disusun kembali di dalam peti yang lebih kecil. Dalam menyusun tulang-tulang, petugas upacara harus memahami bentuk dan struktur tulang manusia. Jangan sampai tulang kaki diletakkan di atas, sedangkan tulang tangan diletakkan di bawah sehingga menjadi tidak karuan. Setelah tulang disusun, peti akan dibungkus dengan kain merah. Namun, jika kondisi peti mati masih utuh, maka peti tidak perlu dibongkar dan bisa langsung dibungkus dengan kain merah. Berikutnya, nisan (bong pai) harus dihancurkan hingga tulisannya tidak terbaca lagi dan bekas galian diuruk kembali.

Setelah ritual Qian Zang Yi Shi selesai, dilanjutkan dengan ritual pemakaman (Luo Zang Yi Shi) di tempat yang fengshui-nya baik atau ritual kremasi (Huo Zang Yi Shi) diakhiri ritual melarung abu (Sa Gu Hui Yi Shi) di laut yang fengshui-nya baik.

Pada masa lalu upacara Qian Zang Yi Shi harus dilakukan pada malam hari dan selesai sebelum matahari terbit. Karena kondisi daerah perkuburan yang cukup berbahaya ketika suasana masih sepi dan gelap, maka sekitar tahun 1990-an dengan izin dari Dewa-Dewi, Li Shang Hu Shifu mengadakan perubahan sehingga ritual tersebut tidak harus selesai sebelum matahari terbit.