Dari Penderitaan Menuju Kehidupan yang Bergairah

Sebagian orang mengatakan bahwa kehidupan ini telah ditakdirkan mengandung banyak penderitaan. Siklus kehidupan manusia hanyalah lahir, tumbuh, sakit, dan mati. Hampir tidak mungkin manusia menjalani kehidupan yang bahagia dan terbebas dari penderitaan. Kebahagiaan tidak ada di dunia ini, melainkan di dunia sana yang jauh, yaitu dunia abadi setelah kematian.

Pandangan ini seketika membuat manusia menjadi lemah dan tidak berdaya. Menjalani kehidupan ini sama dengan menjalani penderitaan sambil berangan-angan dan berharap akan dunia yang indah setelah kematian. Manusia pun berada di posisi yang pasif dan pasrah.

Xiu Dao mengajarkan hal yang berbeda. Xiu Dao mengajarkan bahwa hidup harus dijalani dengan xiao yao (逍遥), yang berarti bebas, lepas, dan optimis. Manusia justru menjadi tuan atas dirinya sendiri, bukan pasif dan pasrah. Berbagai kelemahan dan kekurangan dalam kehidupan bukan diterima begitu saja, melainkan diubah, diatasi, dan direvisi sehingga menjadi kekuatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Pertama, manusia memiliki tubuh fisik yang diibaratkan sebagai rumah tempat kita tinggal. Rumah tersebut sudah seharusnya dirawat dan dijaga supaya tetap awet, kokoh, dan nyaman. Dao yin shu membantu menjaga tubuh dengan memperlambat proses penuaan dan kerusakan serta memperlancar aliran darah. Dengan tubuh yang sehat, manusia dapat menikmati kehidupan duniawi dengan lebih baik dan tentu saja selangkah lebih dekat menuju kebahagiaan.

Kedua, manusia mempunyai pikiran yang mengendalikan tingkah laku dan proses hidupnya. Menurut para ahli, pikiran sangat memengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang. Pikiran perlu diberi asupan positif supaya membawa pengaruh positif pula bagi mental dan fisik. Melalui latihan meditasi Tao (jing zuo), pikiran yang liar dapat dikendalikan, pikiran yang ruwet dijernihkan, dan pikiran yang keruh diendapkan sehingga yang tersisa adalah pikiran-pikiran yang baik. Ketika pikiran tenang, jiwa pun menjadi tenang. Tubuh juga lebih merasakan daya hidup yang tinggi, penderitaan batin dan fisik berkurang, serta tentu saja selangkah lebih dekat menuju kebahagiaan.

Ketiga, manusia memiliki qi (hawa murni) yang menyokong kehidupan. Sumber qi antara lain berasal dari ibu, pernapasan, dan makanan yang dikonsumsi. Yang dapat diolah adalah pernapasan dan makanan. Berlatih Qi gong dengan mengatur pernapasan secara dalam dan teratur akan membantu menciptakan ketenangan batin dan kenyamanan fisik. Ditambah dengan pengaturan asupan makanan yang bergizi, daya hidup dan semangat hidup akan meningkat sehingga seseorang tidak mudah mengalami stres atau depresi. Hal ini tentu mengurangi penderitaan mental dan fisik serta membawa manusia selangkah lebih dekat menuju kebahagiaan.

Keempat, manusia tidak hidup sendirian, melainkan hidup berkelompok bersama manusia lain. Kehidupan sosial, mulai dari keluarga, teman, rekan kerja, hingga masyarakat luas, tentu menimbulkan berbagai gesekan dan permasalahan. Misalnya, dalam membina keluarga, menjaga keharmonisan keluarga serta membangun komunikasi yang dapat diterima pasangan dan anggota keluarga lainnya memerlukan usaha yang positif. Jika dalam kehidupan sosial kita mampu menjaga keharmonisan dengan baik, penderitaan dalam hidup tentu akan berkurang. Dengan demikian, kita selangkah lebih dekat menuju kebahagiaan duniawi.

Melalui xiu Dao dan merevisi hidup secara terus-menerus, penderitaan dalam hidup sebenarnya dapat dikurangi dan kebahagiaan akan bertambah. Proses xiu Dao memerlukan usaha positif dari diri sendiri untuk mau terus berubah menjadi lebih baik. Inisiatif perubahan harus muncul dari dalam diri sendiri.

Siutao (xiudao) adalah pekerjaan yang konkret, nyata, dan terbukti
(Siutao menuju Kesempurnaan)