Agama Tao Thay Shang Men - Xiao Yao Pai
  • Beranda
  • Pengenalan Tao
  • Berita
  • Artikel
  • PUTI
  • Galeri
  • Hubungi Kami
Agama Tao Thay Shang Men - Xiao Yao Pai
Agama Tao Thay Shang Men - Xiao Yao Pai
  • Beranda
  • Pengenalan Tao
  • Berita
  • Artikel
  • PUTI
  • Galeri
  • Hubungi Kami
Sahabat Tao, Zhu Sheng Niang Niang lahir pada zam Sahabat Tao, Zhu Sheng Niang Niang lahir pada  zaman Dinasti Tang dengan nama Chen Jing Gu (陳靖姑). Sejak muda, beliau sudah tekun mempelajari ajaran Tao, bela diri, dan ilmu pengobatan.

Pada masa itu, persalinan sangat berisiko. Banyak ibu dan bayi kehilangan nyawa. Karena welas asihnya, beliau menggunakan ilmunya untuk membantu para ibu melahirkan dengan selamat. Kebaikannya menyebar luas hingga ke berbagai daerah.

Beliau bahkan pernah menolong seorang ratu hingga berhasil melahirkan dengan selamat. Karena jasanya, Kaisar De Zong menganugerahkan gelar Lin Shui Fu Ren (臨水夫人) dan mendirikan Lin Shui Gong untuk beliau.

Zhu Sheng Niang Niang ditampilkan sebagai sosok wanita keibuan yang sedang menggendong bayi atau memegang buku catatan kelahiran di tangan kiri dan kuas (mao bi) di tangan kanan.

Bagi pasangan yang mendambakan keturunan, selain berusaha secara medis, juga dapat memohon kepada Zhu Sheng Niang Niang atau mengikuti ritual Qiu Zi Yi Shi. Disertai dengan berbuat kebajikan, semoga berkah pun datang.

#TaoIndonesia #ThayShangMen #BelajarTao #DewaDewiTao #Zhu Sheng Niang Niang
Bao Sheng Da Di (保生大帝) bernama asli Wu Tao Bao Sheng Da Di (保生大帝) bernama asli Wu Tao (吴夲). Beliau dikenal sebagai tabib Tao yang penuh welas asih dan pengabdian. Sejak muda, Beliau tekun belajar dan menggunakan ilmunya untuk menolong siapa saja.

Wu Tao pernah menyelamatkan seorang wanita yang dikira telah meninggal setelah melahirkan. Dalam kisah lain, Beliau berhasil menyembuhkan ibu suri, Ratu Wen, hanya melalui pemeriksaan dengan benang sutra, tanpa kontak langsung.

Dari Beliau, Sahabat Tao dapat belajar bahwa ilmu seharusnya digunakan untuk membantu sesama, serta pentingnya ketelitian, kepedulian, dan hidup sederhana dalam melayani orang lain.

Hari kebesaran-Nya diperingati setiap tanggal 15 bulan ketiga kalender Imlek.

#TaoThayShangMen #ThayShangMenXiaoYaoPai #TaoIndonesia #DewaDewiTao #BaoShengDaDi
Xuan Tian Shang Di sering ditampilkan sebagai seor Xuan Tian Shang Di sering ditampilkan sebagai seorang kaisar berjanggut hitam, tanpa alas kaki, menginjak ular dan kura-kura, serta membawa pedang pusaka. Banyak umat memohon perlindungan bagi anak-anak kepada-Nya. Hari kebesaran-Nya jatuh pada tanggal 3 bulan 3 Imlek.

Konon, Beliau dahulu adalah seorang pangeran yang meninggalkan istana untuk xiu Dao di Gunung Wu Dang. Setelah lama berlatih tanpa hasil, Beliau merasa putus asa dan memutuskan turun gunung.

Di perjalanan, Beliau bertemu seorang nenek yang mengasah sebatang besi menjadi jarum. Sang nenek berkata, “Selama ada keyakinan dan ketekunan, pasti bisa.”

💡 Saat itu juga Sang Pangeran tersadar. Beliau kembali berlatih dengan sungguh-sungguh. Bertahun-tahun kemudian, Beliau mencapai kesempurnaan dan dikenal sebagai Xuan Tian Shang Di.

🌿 Pesan untuk Sahabat Tao:
Jangan menyerah hanya karena belum melihat hasil! Ketekunan kecil setiap hari bisa membawa perubahan besar.

#TaoThayShangMen #BelajarTao #Xiudao #DewaTao #XuanTianShangDi
Banyak orang mengira kemenangan datang dari keberu Banyak orang mengira kemenangan datang dari keberuntungan.
Padahal, kemenangan lahir dari 𝗸𝗼𝗻𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶.

Pelari maraton tidak langsung dapat menempuh 42 km.
Ia memulai dari jarak pendek dan berlatih setiap hari.

Langkah kecil yang dilakukan terus-menerus—meskipun lelah dan terasa lambat—akan menjadi hasil besar di masa depan.

Dalam 𝘹𝘪𝘶 𝘋𝘢𝘰 pun demikian. 
Lian gong, memupuk kebaikan, dan merevisi diri perlu dijalani dengan tekun walaupun belum terasa hasilnya.

Jika hari ini kamu belum sampai, jangan menyerah! Tetap melangkah!
Pemenang bukan selalu yang paling cepat, melainkan yang paling setia dan konsisten.

Ayo semangat, Sahabat Tao! 💪🏻

#TaoThayShangMen #TaoIndonesia #BelajarTao #SahabatTao #MotivasiTao
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung tinggi” mengingatkan kita untuk menyesuaikan diri dengan adat dan kebiasaan tempat kita berada.

Alkisah, ada sebuah rumah megah di sebuah desa di dataran Cina. Pemiliknya berasal dari Amerika. Rumah itu besar, bermarmer indah, dan berlangit-langit tinggi. Begitu pintu dibuka, hawa sejuk dari pendingin ruangan langsung terasa. Di dalamnya terlihat berbagai koleksi boneka dari kain, bulu, dan kulit, serta keramik cantik dari berbagai penjuru dunia. 

Saat dipersilakan masuk, sebagai orang Asia, kita biasanya melepas alas kaki. Namun pemilik rumah tersenyum dan berkata, “Tidak perlu dilepas. Keluarga saya terbiasa memakai alas kaki di dalam rumah.”

Jika Sahabat Tao berada dalam situasi ini, apa yang akan kamu lakukan? Mengikuti kebiasaan pemilik rumah atau tetap berpegang pada kebiasaanmu melepas alas kaki?

#TaoThayShangMen #ThayShangMen #XiaoYaoPai #SiuTao #MenyesuaikanDiri
Sahabat Tao, Fu De Zheng Shen (福德正神) diken Sahabat Tao, Fu De Zheng Shen (福德正神) dikenal sebagai Dewa yang memberikan kemakmuran dan hoki kepada manusia.

Kisahnya bermula pada masa Dinasti Song. Di kota Xiang Yang hidup seorang tokoh Tao bernama Liu Zhi Chang (刘知常). Beliau terlahir dengan rambut putih dan kulit kemerahan. 

Saat remaja, beliau tersesat di pegunungan dan bertemu seorang guru Tao. Setelah diberi petunjuk pulang, terjadi keajaiban. Rambutnya berubah menjadi hitam legam dan kulitnya menjadi seputih batu giok.

Peristiwa ini membuat Liu Zhi Chang semakin tekun mendalami ajaran Tao. Dengan pengetahuan dan kebijaksanaannya, beliau membantu banyak orang di masyarakat. Karena pengabdiannya, masyarakat mengenalnya sebagai Cao An Ju Shi (草庵居士).

Kabar kebaikan Liu Zhi Chang bahkan sampai ke telinga Kaisar. Kaisar Hui Zong mengundangnya ke istana untuk berdialog tentang ajaran Tao yang bermanfaat bagi masyarakat. Terkesan dengan kebijaksanaannya, Kaisar menganugerahkan gelar Dan Hua Chu Shi (丹華處士).

Setelah menjadi Dewa, Liu Zhi Chang dimuliakan sebagai Fu De Zheng Shen. Beliau digambarkan sebagai kakek berambut putih dengan senyum penuh welas asih, membawa ru yi, yuan bao, atau tongkat naga. 

Dalam kitab suci Fu De Zheng Shen tertulis, “Jadi jutawan, hidupnya bahagia, semua disebabkan masa lampaunya, tetapi sayang sekali kalau tidak berbudi hati, malapetaka pun akan membuntuti.”

Semoga Sahabat Tao senantiasa diberkahi kemakmuran, kesehatan, dan keberuntungan dalam kehidupan.

#TaoThayShangMen #TaoIndonesia #DewaTao #FuDeZheng Shen #DewaRezeki
Kita semua sebenarnya tahu mana yang baik dan mana Kita semua sebenarnya tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Namun, dalam kehidupan sehari-hari masih ada orang yang ragu untuk berbuat baik. Berikut ini beberapa alasannya.

𝗧𝗮𝗸𝘂𝘁 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗶𝗰𝗮𝗿𝗮𝗮𝗻
Ada yang khawatir dianggap mencari perhatian atau “cari muka”. Padahal, yang terpenting adalah niat kita tulus, tidak perlu terlalu memikirkan perkataan orang.

𝗠𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗽𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝘀𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁𝗮𝗻
Sebagian orang berpikir tidak pernah diberi kesempatan untuk berbuat baik. Padahal, kesempatan bisa datang kapan saja jika kita memiliki niat untuk membantu.

𝗧𝗮𝗸𝘂𝘁 𝗱𝗶𝗸𝗿𝗶𝘁𝗶𝗸 
Ada yang ingin membantu, tetapi takut salah karena belum berpengalaman. Ingat, tidak ada manusia yang sempurna. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

𝗧𝗮𝗸𝘂𝘁 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗸𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗻𝗶𝗽𝘂𝗮𝗻
Banyaknya kasus penipuan membuat orang waspada. Sikap hati-hati memang perlu, tetapi jangan sampai membuat kita kehilangan kepedulian terhadap sesama.

Sahabat Tao, kita dianjurkan untuk terus berbuat kebaikan. Takutlah berbuat jahat, tetapi jangan takut berbuat baik! Tetap waspada dan semoga setiap kebaikan yang kita lakukan membawa berkah.

#TaoThayShangMen #ThayShangMen #XiaoYaoPai #TaoIndonesia #BerbuatKebaikan
Sahabat Tao, Zhang Dao Ling adalah tokoh pertama y Sahabat Tao, Zhang Dao Ling adalah tokoh pertama yang membentuk organisasi keagamaan Tao bernama Wu Dou Mi Dao (aliran Zheng Yi). Dari sinilah ajaran Tao mulai tertata rapi dalam sebuah komunitas yang terorganisir.

Beliau lahir dengan nama Zhang Ling pada tahun 34 M dan merupakan keturunan ke-8 dari Zhang Liang, ahli strategi terkenal pada Dinasti Han. Setelah pensiun dari jabatannya sebagai hakim di Jiang Zhou, Beliau memilih mendalami ajaran Tao dan ilmu kedewaan di Gunung Beimang dan Gunung Heming.

Thay Shang Lao Cin pernah mengutus Beliau ke Gunung Qing Cheng untuk mengusir enam raja siluman yang menyengsarakan rakyat. Tugas itu dijalankan dengan penuh keberanian dan tanggung jawab.

Zhang Dao Ling juga menyusun tata upacara keagamaan Tao, mengajarkan cara menggambar hu, serta menulis berbagai buku untuk dipelajari para pengikutnya. Keahliannya terkenal dalam meracik obat panjang umur serta membuat jimat penolak penyakit dan bencana.

Karena jasa-jasanya yang besar, Beliau diangkat menjadi Dewa dengan gelar “Zhang Tian Shi Pertama”.

Beliau adalah teladan dalam kesungguhan mempelajari Tao, menjalankan tugas dengan setia, dan melestarikan ajaran Tao.

Hari kebesaran-Nya diperingati setiap tanggal 15 bulan 1 Imlek dan 23 bulan 6 Imlek.

Di Indonesia, altar Zhang Dao Ling dapat  ditemukan antara lain di Taokuan Sinar Agung Tao Palembang dan Taokuan Sinar Damai Makassar.

Semoga keteladanan Beliau menginspirasi Sahabat Tao untuk terus tekun belajar, berbuat kebajikan, dan menjaga kemurnian hati dalam menjalankan siutao.

#TaoThayShangMen #TaoIndonesia #DewaTao #ZhangDaoLing #ZhangTianShi
Li Shang Hu Shifu adalah Guru Besar Agama Tao yang Li Shang Hu Shifu adalah Guru Besar Agama Tao yang menciptakan dan mengajarkan Dao Yin Shu. Beliau mendirikan perguruan Tao Thay Shang Men - Xiao Yao Pai, salah satu perguruan Tao terbesar di dunia.

Seluruh hidup-Nya diabdikan untuk menyebarkan ajaran Tao yang menitikberatkan pada perbaikan moral dan kesempurnaan hidup manusia.

Jasa-jasa Li Shifu telah mengubah hidup ratusan ribu muridnya. Beliau telah memberikan kesempatan emas kepada para murid-Nya untuk belajar ilmu-ilmu Tao, mengajarkan dasar kehidupan yang baik, memupuk karakter yang baik, dan mengikis takhayul.

Li Shifu adalah sosok yang sederhana dan penuh welas asih, selalu membantu orang yang kesusahan, dan mengutamakan kepentingan orang banyak.

Hari kemuliaan Beliau adalah Nong Li bulan 1 tanggal 9, ketika pertama kali Beliau menampakkan diri sebagai Dewa Agung Kebajikan Dunia, Dao De Shi Zun (道德世尊).

Sebagai murid-murid Li Shang Hu Shifu, tugas kita adalah terus mengharumkan ajaran Tao, memuliakan perjuangan Beliau, dan melanjutkan perubahan moral melalui xiu Dao untuk mencapai kesempurnaan.

#TaoIndonesia #GuruBesarTao #LiShangHu #LieShifu #Dao DeShiZun
新年快乐, 身体健康 Xin Nian Kuai Le, Shen 新年快乐, 身体健康
Xin Nian Kuai Le, Shen Ti Jian Kang

财源广进, 心想事成
Cai Yuan Guang Jin, Xin Xiang Shi Cheng

恭喜发财
Gong Xi Fa Cai

Semoga Sahabat Tao senantiasa diberikan kesehatan, rezeki melimpah, dan keberhasilan dalam setiap langkah.

Mari tuliskan harapan dan doa terbaikmu di kolom komentar! ✨

#TaoTSM #ThayShangMen  #TaoIndonesia #TahunBaruImlek  #ChineseNewYear
Ying Shen Jie Fu (迎神接福) merupakan upacara Ying Shen Jie Fu (迎神接福) merupakan upacara sembahyang dalam agama Tao yang dilakukan pada tanggal 1 bulan 1 Imlek.

Ying Shen (迎神) berarti menyambut kedatangan Dewa-dewi dan Jie Fu (接福) artinya menjemput rezeki.

Tujuan sembahyang Ying Shen Jie Fu adalah menyambut rezeki dari Dewa-dewi agar tahun yang baru dapat dilalui dengan lancar, harapan terkabul, diberi kesehatan, dan selalu dilindungi Dewa-dewi. 

Waktu sembahyang yang paling baik dimulai dari pukul 00.01 hingga 06.00 pagi. 

Sembahyang dapat dilakukan, baik di rumah maupun di taokuan. 

Persiapan dan tata cara sembahyang Ying Shen Jie Fu dapat dilihat pada gambar 2 dan 3.

Sahabat Tao, jangan lupa mempersiapkan permohonan yang akan diminta kepada Dewa-dewi ya!

#TaoTSM #TaoThayShangMen #TaoIndonesia #RitualTao #YingShenJieFu
Umat Tao percaya bahwa ada 60 Dewa Thay Sui (Thay Umat Tao percaya bahwa ada 60 Dewa Thay Sui (Thay Sui Xing Jun) yang bergantian tugas setiap tahun untuk menjaga dan melindungi manusia.

Setelah tahun baru Imlek, umat Tao rutin mengadakan Upacara Po Un atau Bao Yun Yi Shi (保运仪式) untuk memohon perlindungan, keberuntungan, dan rezeki kepada Dewa Thay Sui yang bertugas pada tahun tersebut. Bagi Sahabat Tao yang ingin mendaftar, silakan menghubungi pengurus taokuan di daerah masing-masing.

Nah, pada tahun Kuda ini, Jenderal Wen Zhe (文哲大将军) mendapat giliran istimewa sebagai Dewa Thay Sui. Siapakah Beliau?

Pada masa Dinasti Ming, Wen Zhe lahir di Guang Dong. Beliau dikenal sebagai pribadi yang lugu, sangat jujur, dan berpikiran jernih dalam menghadapi berbagai persoalan.

Berkat integritasnya, Wen Zhe lulus ujian kenegaraan dan diangkat menjadi duta di Vietnam. Selama bertugas, Raja Vietnam kerap memberinya uang, tetapi semuanya beliau kembalikan karena tidak ingin ternodai oleh harta. 

Kejujurannya membuat beliau kembali dipercaya dan diangkat sebagai duta keliling. Beliau juga menyampaikan sepuluh nasihat penting kepada raja, antara lain membangun dasar negara yang kuat, meneladani moral  leluhur, memahami kebutuhan rakyat, menegakkan peraturan, melarang pejabat hidup berfoya-foya, mencari orang yang pandai dan bijak, memahami penderitaan rakyat, memperbaiki adat istiadat, menghidupkan kembali sistem yang baik, serta menjaga keselamatan rakyat. 

Seluruh nasihat tersebut diterima Raja dengan baik. Wen Zhe pun diangkat menjadi menteri.

Suatu ketika, banyak daerah dilanda paceklik dan kekurangan pangan. Wen Zhe ditugaskan untuk menolong rakyat dan mendapat dana 50.000 tael untuk menyelamatkan para pengungsi.

Semoga kisah ini menginspirasi Sahabat Tao untuk menjadi orang yang jujur, peduli, dan baik hati.

#TaoTSM #TaoIndonesia #DewaThaySui #ThaySuiXingJun #DewaTao
Tampilkan Lebih Banyak Follow on Instagram
  • Beranda
  • Pengenalan Tao
  • Berita
  • Artikel
  • PUTI
  • Galeri
  • Hubungi Kami

  • Beranda
  • Pengenalan Tao
  • Berita
  • Artikel
  • PUTI
  • Galeri
  • Hubungi Kami