Agama Tao Thay Shang Men - Xiao Yao Pai
  • Beranda
  • Pengenalan Tao
  • Berita
  • Artikel
  • PUTI
  • Galeri
  • Hubungi Kami
Agama Tao Thay Shang Men - Xiao Yao Pai
Agama Tao Thay Shang Men - Xiao Yao Pai
  • Beranda
  • Pengenalan Tao
  • Berita
  • Artikel
  • PUTI
  • Galeri
  • Hubungi Kami
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung tinggi” mengingatkan kita untuk menyesuaikan diri dengan adat dan kebiasaan tempat kita berada.

Alkisah, ada sebuah rumah megah di sebuah desa di dataran Cina. Pemiliknya berasal dari Amerika. Rumah itu besar, bermarmer indah, dan berlangit-langit tinggi. Begitu pintu dibuka, hawa sejuk dari pendingin ruangan langsung terasa. Di dalamnya terlihat berbagai koleksi boneka dari kain, bulu, dan kulit, serta keramik cantik dari berbagai penjuru dunia. 

Saat dipersilakan masuk, sebagai orang Asia, kita biasanya melepas alas kaki. Namun pemilik rumah tersenyum dan berkata, “Tidak perlu dilepas. Keluarga saya terbiasa memakai alas kaki di dalam rumah.”

Jika Sahabat Tao berada dalam situasi ini, apa yang akan kamu lakukan? Mengikuti kebiasaan pemilik rumah atau tetap berpegang pada kebiasaanmu melepas alas kaki?

#TaoThayShangMen #ThayShangMen #XiaoYaoPai #SiuTao #MenyesuaikanDiri
Sahabat Tao, Fu De Zheng Shen (福德正神) diken Sahabat Tao, Fu De Zheng Shen (福德正神) dikenal sebagai Dewa yang memberikan kemakmuran dan hoki kepada manusia.

Kisahnya bermula pada masa Dinasti Song. Di kota Xiang Yang hidup seorang tokoh Tao bernama Liu Zhi Chang (刘知常). Beliau terlahir dengan rambut putih dan kulit kemerahan. 

Saat remaja, beliau tersesat di pegunungan dan bertemu seorang guru Tao. Setelah diberi petunjuk pulang, terjadi keajaiban. Rambutnya berubah menjadi hitam legam dan kulitnya menjadi seputih batu giok.

Peristiwa ini membuat Liu Zhi Chang semakin tekun mendalami ajaran Tao. Dengan pengetahuan dan kebijaksanaannya, beliau membantu banyak orang di masyarakat. Karena pengabdiannya, masyarakat mengenalnya sebagai Cao An Ju Shi (草庵居士).

Kabar kebaikan Liu Zhi Chang bahkan sampai ke telinga Kaisar. Kaisar Hui Zong mengundangnya ke istana untuk berdialog tentang ajaran Tao yang bermanfaat bagi masyarakat. Terkesan dengan kebijaksanaannya, Kaisar menganugerahkan gelar Dan Hua Chu Shi (丹華處士).

Setelah menjadi Dewa, Liu Zhi Chang dimuliakan sebagai Fu De Zheng Shen. Beliau digambarkan sebagai kakek berambut putih dengan senyum penuh welas asih, membawa ru yi, yuan bao, atau tongkat naga. 

Dalam kitab suci Fu De Zheng Shen tertulis, “Jadi jutawan, hidupnya bahagia, semua disebabkan masa lampaunya, tetapi sayang sekali kalau tidak berbudi hati, malapetaka pun akan membuntuti.”

Semoga Sahabat Tao senantiasa diberkahi kemakmuran, kesehatan, dan keberuntungan dalam kehidupan.

#TaoThayShangMen #TaoIndonesia #DewaTao #FuDeZheng Shen #DewaRezeki
Kita semua sebenarnya tahu mana yang baik dan mana Kita semua sebenarnya tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Namun, dalam kehidupan sehari-hari masih ada orang yang ragu untuk berbuat baik. Berikut ini beberapa alasannya.

𝗧𝗮𝗸𝘂𝘁 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗶𝗰𝗮𝗿𝗮𝗮𝗻
Ada yang khawatir dianggap mencari perhatian atau “cari muka”. Padahal, yang terpenting adalah niat kita tulus, tidak perlu terlalu memikirkan perkataan orang.

𝗠𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗽𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝘀𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁𝗮𝗻
Sebagian orang berpikir tidak pernah diberi kesempatan untuk berbuat baik. Padahal, kesempatan bisa datang kapan saja jika kita memiliki niat untuk membantu.

𝗧𝗮𝗸𝘂𝘁 𝗱𝗶𝗸𝗿𝗶𝘁𝗶𝗸 
Ada yang ingin membantu, tetapi takut salah karena belum berpengalaman. Ingat, tidak ada manusia yang sempurna. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

𝗧𝗮𝗸𝘂𝘁 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗸𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗻𝗶𝗽𝘂𝗮𝗻
Banyaknya kasus penipuan membuat orang waspada. Sikap hati-hati memang perlu, tetapi jangan sampai membuat kita kehilangan kepedulian terhadap sesama.

Sahabat Tao, kita dianjurkan untuk terus berbuat kebaikan. Takutlah berbuat jahat, tetapi jangan takut berbuat baik! Tetap waspada dan semoga setiap kebaikan yang kita lakukan membawa berkah.

#TaoThayShangMen #ThayShangMen #XiaoYaoPai #TaoIndonesia #BerbuatKebaikan
Sahabat Tao, Zhang Dao Ling adalah tokoh pertama y Sahabat Tao, Zhang Dao Ling adalah tokoh pertama yang membentuk organisasi keagamaan Tao bernama Wu Dou Mi Dao (aliran Zheng Yi). Dari sinilah ajaran Tao mulai tertata rapi dalam sebuah komunitas yang terorganisir.

Beliau lahir dengan nama Zhang Ling pada tahun 34 M dan merupakan keturunan ke-8 dari Zhang Liang, ahli strategi terkenal pada Dinasti Han. Setelah pensiun dari jabatannya sebagai hakim di Jiang Zhou, Beliau memilih mendalami ajaran Tao dan ilmu kedewaan di Gunung Beimang dan Gunung Heming.

Thay Shang Lao Cin pernah mengutus Beliau ke Gunung Qing Cheng untuk mengusir enam raja siluman yang menyengsarakan rakyat. Tugas itu dijalankan dengan penuh keberanian dan tanggung jawab.

Zhang Dao Ling juga menyusun tata upacara keagamaan Tao, mengajarkan cara menggambar hu, serta menulis berbagai buku untuk dipelajari para pengikutnya. Keahliannya terkenal dalam meracik obat panjang umur serta membuat jimat penolak penyakit dan bencana.

Karena jasa-jasanya yang besar, Beliau diangkat menjadi Dewa dengan gelar “Zhang Tian Shi Pertama”.

Beliau adalah teladan dalam kesungguhan mempelajari Tao, menjalankan tugas dengan setia, dan melestarikan ajaran Tao.

Hari kebesaran-Nya diperingati setiap tanggal 15 bulan 1 Imlek dan 23 bulan 6 Imlek.

Di Indonesia, altar Zhang Dao Ling dapat  ditemukan antara lain di Taokuan Sinar Agung Tao Palembang dan Taokuan Sinar Damai Makassar.

Semoga keteladanan Beliau menginspirasi Sahabat Tao untuk terus tekun belajar, berbuat kebajikan, dan menjaga kemurnian hati dalam menjalankan siutao.

#TaoThayShangMen #TaoIndonesia #DewaTao #ZhangDaoLing #ZhangTianShi
Li Shang Hu Shifu adalah Guru Besar Agama Tao yang Li Shang Hu Shifu adalah Guru Besar Agama Tao yang menciptakan dan mengajarkan Dao Yin Shu. Beliau mendirikan perguruan Tao Thay Shang Men - Xiao Yao Pai, salah satu perguruan Tao terbesar di dunia.

Seluruh hidup-Nya diabdikan untuk menyebarkan ajaran Tao yang menitikberatkan pada perbaikan moral dan kesempurnaan hidup manusia.

Jasa-jasa Li Shifu telah mengubah hidup ratusan ribu muridnya. Beliau telah memberikan kesempatan emas kepada para murid-Nya untuk belajar ilmu-ilmu Tao, mengajarkan dasar kehidupan yang baik, memupuk karakter yang baik, dan mengikis takhayul.

Li Shifu adalah sosok yang sederhana dan penuh welas asih, selalu membantu orang yang kesusahan, dan mengutamakan kepentingan orang banyak.

Hari kemuliaan Beliau adalah Nong Li bulan 1 tanggal 9, ketika pertama kali Beliau menampakkan diri sebagai Dewa Agung Kebajikan Dunia, Dao De Shi Zun (道德世尊).

Sebagai murid-murid Li Shang Hu Shifu, tugas kita adalah terus mengharumkan ajaran Tao, memuliakan perjuangan Beliau, dan melanjutkan perubahan moral melalui xiu Dao untuk mencapai kesempurnaan.

#TaoIndonesia #GuruBesarTao #LiShangHu #LieShifu #Dao DeShiZun
新年快乐, 身体健康 Xin Nian Kuai Le, Shen 新年快乐, 身体健康
Xin Nian Kuai Le, Shen Ti Jian Kang

财源广进, 心想事成
Cai Yuan Guang Jin, Xin Xiang Shi Cheng

恭喜发财
Gong Xi Fa Cai

Semoga Sahabat Tao senantiasa diberikan kesehatan, rezeki melimpah, dan keberhasilan dalam setiap langkah.

Mari tuliskan harapan dan doa terbaikmu di kolom komentar! ✨

#TaoTSM #ThayShangMen  #TaoIndonesia #TahunBaruImlek  #ChineseNewYear
Ying Shen Jie Fu (迎神接福) merupakan upacara Ying Shen Jie Fu (迎神接福) merupakan upacara sembahyang dalam agama Tao yang dilakukan pada tanggal 1 bulan 1 Imlek.

Ying Shen (迎神) berarti menyambut kedatangan Dewa-dewi dan Jie Fu (接福) artinya menjemput rezeki.

Tujuan sembahyang Ying Shen Jie Fu adalah menyambut rezeki dari Dewa-dewi agar tahun yang baru dapat dilalui dengan lancar, harapan terkabul, diberi kesehatan, dan selalu dilindungi Dewa-dewi. 

Waktu sembahyang yang paling baik dimulai dari pukul 00.01 hingga 06.00 pagi. 

Sembahyang dapat dilakukan, baik di rumah maupun di taokuan. 

Persiapan dan tata cara sembahyang Ying Shen Jie Fu dapat dilihat pada gambar 2 dan 3.

Sahabat Tao, jangan lupa mempersiapkan permohonan yang akan diminta kepada Dewa-dewi ya!

#TaoTSM #TaoThayShangMen #TaoIndonesia #RitualTao #YingShenJieFu
Umat Tao percaya bahwa ada 60 Dewa Thay Sui (Thay Umat Tao percaya bahwa ada 60 Dewa Thay Sui (Thay Sui Xing Jun) yang bergantian tugas setiap tahun untuk menjaga dan melindungi manusia.

Setelah tahun baru Imlek, umat Tao rutin mengadakan Upacara Po Un atau Bao Yun Yi Shi (保运仪式) untuk memohon perlindungan, keberuntungan, dan rezeki kepada Dewa Thay Sui yang bertugas pada tahun tersebut. Bagi Sahabat Tao yang ingin mendaftar, silakan menghubungi pengurus taokuan di daerah masing-masing.

Nah, pada tahun Kuda ini, Jenderal Wen Zhe (文哲大将军) mendapat giliran istimewa sebagai Dewa Thay Sui. Siapakah Beliau?

Pada masa Dinasti Ming, Wen Zhe lahir di Guang Dong. Beliau dikenal sebagai pribadi yang lugu, sangat jujur, dan berpikiran jernih dalam menghadapi berbagai persoalan.

Berkat integritasnya, Wen Zhe lulus ujian kenegaraan dan diangkat menjadi duta di Vietnam. Selama bertugas, Raja Vietnam kerap memberinya uang, tetapi semuanya beliau kembalikan karena tidak ingin ternodai oleh harta. 

Kejujurannya membuat beliau kembali dipercaya dan diangkat sebagai duta keliling. Beliau juga menyampaikan sepuluh nasihat penting kepada raja, antara lain membangun dasar negara yang kuat, meneladani moral  leluhur, memahami kebutuhan rakyat, menegakkan peraturan, melarang pejabat hidup berfoya-foya, mencari orang yang pandai dan bijak, memahami penderitaan rakyat, memperbaiki adat istiadat, menghidupkan kembali sistem yang baik, serta menjaga keselamatan rakyat. 

Seluruh nasihat tersebut diterima Raja dengan baik. Wen Zhe pun diangkat menjadi menteri.

Suatu ketika, banyak daerah dilanda paceklik dan kekurangan pangan. Wen Zhe ditugaskan untuk menolong rakyat dan mendapat dana 50.000 tael untuk menyelamatkan para pengungsi.

Semoga kisah ini menginspirasi Sahabat Tao untuk menjadi orang yang jujur, peduli, dan baik hati.

#TaoTSM #TaoIndonesia #DewaThaySui #ThaySuiXingJun #DewaTao
Sahabat Tao, tahun sudah berganti, tetapi perubaha Sahabat Tao, tahun sudah berganti, tetapi perubahan hidup belum terasa?

Jangan hanya bersandar pada Dewa-dewi! Kita juga perlu aktif bergerak dan berusaha sebaik mungkin. Perubahan nasib dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan.

✨ Rutin berlatih Dao Yin Shu
✨ Memperbaiki diri, mulai dari cara berbicara dan bersikap hingga membiasakan kebiasaan baik
✨ Banyak berbuat kebaikan, terutama yang bermanfaat bagi orang banyak
✨ Bekerja lebih giat dan pantang menyerah
✨ Mengelola keuangan dengan bijak
✨ Mengikuti upacara Po Un agama Tao

Masih banyak cara lain untuk menata nasib menjadi lebih baik.
👉 Menurut Sahabat Tao, apa lagi yang bisa dilakukan?
Tulis di kolom komentar ya 🙏

#TaoTSM #TaoTSM_org #Tao #ThayShangMen #TaoThayShangMen
Sahabat Tao, hidup sering terasa seperti berenang Sahabat Tao, hidup sering terasa seperti berenang di lautan luas. Kita terus bergerak, bekerja, dan bertahan, kadang tanpa benar-benar tahu ke mana arah tujuan kita. Saat lelah datang, barulah muncul pertanyaan: 𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘯𝘢 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢?

Ajaran Tao mengajak kita memandang kehidupan dengan optimis dan kesadaran. Setiap kelahiran membawa utang dan piutang dari kehidupan sebelumnya. Setiap perbuatan kita menjadi bekal kehidupan berikutnya. Dengan 𝘅𝗶𝘂𝗱𝗮𝗼, kita dapat menjalani kehidupan ini tanpa kehilangan arah.

Sejak dahulu, ajaran Tao diibaratkan sebagai kapal besar di tengah samudra kehidupan. Dengan belajar Tao dan mendekatkan diri kepada Dewa-dewi, kita memperoleh ketenangan, berkah, dan petunjuk untuk mengarungi hidup dengan baik. 

Jika Sahabat Tao sedang mencari arah dan pegangan hidup, mari belajar Tao bersama! Di sinilah kita menemukan jawaban, makna, dan jalan untuk melangkah ke depan dengan mantap.
Di awal tahun 2026, marilah kita melangkah bersama Di awal tahun 2026, marilah kita melangkah bersama dalam kebaikan!

Keluarga Besar 𝗧𝗮𝗼 𝗧𝗦𝗠 mengucapkan
✨ 𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝟮𝟬𝟮𝟲 ✨

Semoga Sahabat Tao senantiasa diberkati Wu Fu Lin Men, terus memperbaiki diri, menjaga keharmonisan, serta menebarkan kebaikan tanpa pamrih.

Salam Tao 🙏

#TaoTSM #TaoTSM_org #TaoTSMorg
#Tao #TaoThayShangMen ThayShangMen XiaoYaoPai TaoIndonesia SahabatTao HappyNewYear SelamatTahunBaru
Hai Sahabat Tao, sudahkah menikmati tang yuan hari Hai Sahabat Tao, sudahkah menikmati tang yuan hari ini?

Hari ini saatnya keluarga berkumpul, menikmati tang yuan, serta mengingat kembali makna kebersamaan dan rasa syukur atas siklus kehidupan yang terus berputar

Tang yuan (汤圆) atau ronde merupakan sajian khas dalam Festival Dong Zhi yang berbentuk bulat, terbuat dari ketan, diisi kacang tumbuk atau isian lainnya, dan disajikan dengan kuah manis.

Festival Dong Zhi (冬至节) adalah perayaan musim dingin di Tiongkok yang tahun ini jatuh pada tanggal 21 Desember 2025. Di Tiongkok dan beberapa wilayah akan mengalami siang yang lebih pendek daripada malam hari.
 
Untuk merayakannya, masyarakat Tiongkok bagian selatan memiliki tradisi berkumpul bersama keluarga untuk menikmati ronde (tang yuan), sedangkan masyarakat Tiongkok bagian utara menyantap pangsit berisi daging domba bersama keluarga. 

Setiap tahun masyarakat Tionghoa di seluruh dunia merayakan Dong Zhi dengan penuh semangat untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus melestarikan warisan budaya Tionghoa.

Selamat merayakan Festival Dong Zhi, Sahabat Tao! Semoga hati kita semakin hangat dan keluarga semakin rukun.

#TaoTSM.org #TaoTSM_org #TaoTSM #Tao #TaoThayShangMen ThayShangMen XiaoYaoPai TaoIndonesia TradisiTionghoa BudayaTionghoa FestivalDongZhi Ronde Tangyuan
Tampilkan Lebih Banyak Follow on Instagram
  • Beranda
  • Pengenalan Tao
  • Berita
  • Artikel
  • PUTI
  • Galeri
  • Hubungi Kami

  • Beranda
  • Pengenalan Tao
  • Berita
  • Artikel
  • PUTI
  • Galeri
  • Hubungi Kami