Perjalanan hidup tidak selamanya mulus dan lancar, tetapi naik turun seperti ombak di lautan. Ada orang yang hanyut terbawa ombak dan binasa, tetapi ada pula yang menikmati dan berselancar naik turun di atas ombak.
Mengapa saat dihadapkan pada situasi yang sama, ada orang yang dapat menikmatinya, tetapi banyak pula yang hanyut, tenggelam, dan binasa?
1. Dua sisi berlawanan silih berganti
Kita sebaiknya memahami bahwa dalam setiap hal atau peristiwa, tidak ada yang selamanya baik ataupun selamanya buruk. Baik dan buruk akan silih berganti. Misalnya, kesehatan seseorang. Meskipun sudah dijaga dengan baik, ada kalanya seseorang tetap jatuh sakit. Sehat dan sakit silih berganti. Kita mungkin hanya dapat berusaha dengan mengatur ritme kehidupan, pola makan, dan latihan gerak badan kedewaan secara teratur agar lebih jarang sakit. Namun, proses alamiah tetap membuat seseorang kadang-kadang mengalami sakit. Sehat memang membahagiakan, tetapi sakit juga bukan hal yang tabu. Naik turunnya kondisi tubuh merupakan pola alamiah.
2. Sedia payung sebelum hujan
Kita perlu mempunyai kesiapan mental dalam menghadapi perubahan. Saat berada dalam kondisi aman, kita tetap perlu bersiap menghadapi situasi buruk. Segala sesuatu dipersiapkan sebelum terjadi. Tentu saja manusia tidak mungkin merencanakan segala sesuatu tanpa cela. Namun demikian, berusaha sejak dini untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan buruk sangat mungkin dilakukan. Contoh sederhana yang masih berkaitan dengan kesehatan diri, yaitu selalu sedia obat-obatan yang mungkin diperlukan saat sakit tiba-tiba datang, seperti obat sakit perut, obat demam, minyak angin, obat luka luar, dan lain-lain. Persiapan kecil dapat mengurangi risiko yang lebih besar.
3. Senantiasa meningkatkan kompetensi diri
Dalam menghadapi pasang surut kehidupan yang tidak dapat dihindari, apakah kita harus pasrah? Tentu saja tidak. Hal yang dapat kita lakukan adalah terus meningkatkan kompetensi diri, baik saat dibutuhkan maupun tidak. Contohnya, memiliki sedikit pengetahuan tentang obat-obatan dan cara sederhana mengatasi penyakit umum akan sangat berguna. Misalnya, saat bepergian jauh lalu tiba-tiba masuk angin, seluruh badan berkeringat dingin, dan kepala pusing. Tentu situasi ini sangat mengganggu perjalanan. Namun, apabila kita memiliki sedikit pengetahuan untuk mengatasi kondisi tersebut, hal itu akan sangat bermanfaat. Misalnya, sebelum perjalanan kita sudah menyiapkan minyak angin, obat-obatan secukupnya, serta jaket atau pakaian hangat. Saat dibutuhkan, cukup oleskan minyak angin pada bagian tertentu, minum parasetamol, kenakan jaket, lalu beristirahat sejenak. Dengan demikian, kondisi tidak akan memburuk.
Sering kali dalam menghadapi kehidupan, kita cenderung berpihak pada situasi yang baik-baik saja dan melupakan, atau pura-pura melupakan, kemungkinan terjadinya situasi buruk. Dalam hati sering kali muncul bantahan, seperti, “Ah, tidak mungkin!”, “Tidak mungkin saat tamasya akan sakit!”, atau “Obat-obatan tidak perlu dibawa karena tidak akan digunakan!” Ada begitu banyak alasan untuk menghindar dan menyangkal bahwa situasi yang kurang baik mungkin saja terjadi. Perhatian kita habis untuk membayangkan hal-hal menyenangkan, seperti nanti akan makan apa, membeli suvenir apa, atau menikmati pemandangan indah di mana, dan seterusnya.
Hal ini lumrah terjadi. Manusia cenderung menyukai hal-hal yang baik, indah, nyaman, dan menyenangkan, serta menghindari hal-hal yang buruk, tidak indah, tidak nyaman, dan menyengsarakan. Namun demikian, alam tidak berpihak. Pergerakan siklus terus silih berganti seperti roda yang berputar. Suka ataupun tidak suka, siap ataupun tidak siap, hidup akan terus naik turun mengikuti iramanya. Apakah kita akan menikmatinya atau justru hanyut olehnya, semuanya menjadi pilihan.
Kaya raya seperti sekuntum bunga
Angin salju tak mengerti apa-apa
Bunga mekar ada waktu-waktunya
Belajar Tao mohon kepada Dewa-Dewa barulah akan selamat selamanya
(Kitab Suci Thay Shang Lao Cin)
