Shen Nong Da Di (神农大帝)

Lebih dari empat ribu tahun yang lalu, ketika bangsa Tionghoa masih hidup dengan mengandalkan alam, ada seorang tokoh bernama Yan Di (炎帝). Pada masa tersebut, Yan Di terpilih menjadi pemimpin bangsa Tionghoa. Yan Di memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan rakyatnya yang pada masa itu menggantungkan hidup pada kegiatan berburu dan mengumpulkan hasil hutan. Hasil berburu dan hasil hutan tersebut tidak menentu dan cenderung terbatas, terutama pada musim dingin, saat terjadi kemarau berkepanjangan, atau ketika terjadi banjir. Melihat rakyatnya menderita kelaparan, beliau mengamati perubahan alam, musim, kondisi tanah, dan aliran air. Beliau kemudian memperkenalkan teknik pertanian serta berbagai alat pertanian dan benih tanaman yang dapat dibudidayakan, termasuk tanaman teh yang daunnya berkhasiat untuk menangkal racun. Selanjutnya, beliau juga mengajarkan cara memanen, mengolah, dan menyimpan hasil pertanian.

Pada masa itu, penyakit yang dialami manusia dianggap sebagai kutukan dan penyebabnya dianggap berkaitan dengan hal-hal gaib. Karena peduli terhadap kesehatan rakyatnya, beliau mencoba, mencicipi secara langsung, menganalisis, dan mengelompokkan ribuan jenis rumput dan tanaman untuk mengetahui pengaruhnya terhadap tubuh manusia. Beliau mempelajari apakah rumput dan tanaman tersebut memiliki khasiat pengobatan atau justru bersifat racun. Ketika mengeksplorasi sifat dan manfaat tanaman bagi kesehatan tubuh manusia, beliau bahkan pernah mengalami keracunan hingga belasan kali dalam sehari. Beliaulah yang memperkenalkan gagasan bahwa makanan dan obat-obatan berasal dari sumber yang sama sehingga bangsa Tionghoa sejak lama telah memperhatikan komposisi makanan untuk mendukung kesehatan. Contoh masakan yang menggunakan bahan herbal antara lain ayam herbal, sup ayam jahe, sup akar teratai, sup kundur (winter melon), dan lain-lain.

Karena perhatian, kontribusi, dan pengorbanan Yan Di dalam membawa bangsa Tionghoa keluar dari kehidupan yang sederhana dan berpindah-pindah menuju kehidupan menetap melalui pengelolaan pertanian dan meletakkan dasar-dasar Pengobatan Herbal Tionghoa, Yan Di dihormati sebagai Dewa Pertanian, Dewa Pengobatan, serta Dewa Pelindung Petani dan Herbalis dengan gelar Shen Nong Da Di (神农大帝) atau Wu Gu Da Di (五谷大帝).

Berikut ini beberapa gelar yang dianugerahkan oleh para kaisar dari berbagai dinasti.

  • Kaisar Han – Wudi: 神农氏 (Shénnóng Shì); 炎帝神农氏 (Yándì Shénnóng Shì)
  • Kaisar Tang – Xuanzong: 神农大帝 (Shénnóng Dàdì)
  • Kaisar Song – Zhenzong: 炎帝神农大帝 (Yándì Shénnóng Dàdì); 五谷神农大帝 (Wǔgǔ Shénnóng Dàdì)

Shen Nong Da Di pada umumnya ditampilkan sedang menggenggam padi, rumput herbal, atau jamur lingzhi. Di Tiongkok, di bagian barat laut Provinsi Hebei, terdapat situs warisan dunia yang terdaftar di UNESCO. Area ini dinamakan Shen Nong Jia (神农架) sebagai bentuk penghormatan kepada Yan Di. Pada salah satu areanya terdapat altar untuk memuja Shen Nong Da Di. Hari kebesaran Shen Nong Da Di dirayakan setiap bulan empat tanggal dua puluh enam menurut penanggalan Imlek (农历:四月二十六日).