Dao De Shi Zun (道德世尊)

Dao De Shi Zun (道德世尊) merupakan gelar yang diberikan kepada Li Shang Hu (李尚湖). Beliau mengabdikan seluruh hidupnya untuk menyebarkan ajaran Tao yang mulia, yaitu jalan kebenaran menuju kesempurnaan yang menitikberatkan pada perbaikan moral umat manusia.

Beliau memberikan teladan dalam menerapkan konsep “Sadarkan diri sendiri, juga menyadarkan orang lain” (wu ji wu ren 悟己悟人) dalam kehidupan nyata dengan menjalani kehidupan yang penuh kesederhanaan. Beliau merupakan sosok guru yang penuh welas asih, selalu mengutamakan kepentingan orang banyak, dan senantiasa membantu orang yang mengalami kesulitan. Beliau mendorong umat Tao untuk terus merevisi diri dan memupuk karakter yang baik (xiu xin yang xing 修心养性) guna mencapai kesempurnaan (zhen shan mei 真善美). Beliau juga mewariskan berbagai ritual dan metode untuk membantu meringankan berbagai permasalahan yang dihadapi umat Tao.

Salah satu paradigma baru dalam agama Tao yang beliau sampaikan adalah bahwa merevisi diri dan mendalami agama Tao (xiu Dao) tidak mengharuskan seseorang naik ke gunung atau tinggal di gua dan meninggalkan kehidupan duniawi. Sebaliknya, seseorang harus hidup sebagai manusia biasa, menjalani kehidupan bermasyarakat, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Beliau mewariskan Dao Yin Shu (导引术), yaitu suatu ilmu dalam agama Tao yang berlandaskan kedewaan. Ilmu ini terdiri atas tiga jenis latihan, yaitu Thay Shang shen gong (太上神功), qi gong (气功), dan jing zuo gong (静坐功), yang harus dilatih oleh murid Tao secara rutin dan berkesinambungan. Manfaat latihan ini tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga memperbaiki kondisi mental dan batin. Bahkan, lebih jauh lagi, latihan ini melatih dimensi roh setiap murid hingga mampu berkomunikasi secara dua arah dengan Shen Xian.

Dari sisi pola pikir dan tindakan, beliau sangat menekankan konsep wu (), yaitu kesadaran. Wu (悟) bermakna bahwa dalam menyikapi apa pun, seseorang tidak boleh sembarangan percaya, melainkan harus mengutamakan logika, kecerdasan, dan hati nurani. Konsep ini sangat penting untuk menghindari dan mengikis ketakhayulan yang selama ini melekat pada agama Tao yang telah berusia lebih dari 4.000 tahun. Selain itu, konsep ini juga sangat bermanfaat dalam menghadapi kehidupan masa kini yang dipenuhi hoaks.

Hari kebesaran Dao De Shi Zun diperingati berdasarkan momen ketika Beliau menampakkan diri di hadapan umat, yaitu pada bulan pertama tanggal sembilan menurut penanggalan Imlek (农历:正月初九). Beliau ditampilkan sebagai seorang pejabat yang sedang duduk di singgasana, mengenakan jubah berwarna biru keunguan bermotif naga emas, memegang kuas (maobi 毛笔) berhias naga di tangan kanan, dan mengenakan aksesori giok bertuliskan 导引太神 (Dao Yin Thay Shen) pada sabuknya.