Pada Dinasti Song, antara tahun 1044–1110 M, ada seorang pertapa bernama Chen Zhao Ying (陳昭應) atau yang kerap disapa Chen Ying. Beliau berasal dari Desa Yongchun, Fujian. Sejak kecil, beliau sudah menunjukkan sifat yang tenang, teduh, dan penuh empati. Beliau juga sangat tertarik pada ajaran kebaikan, filsafat, dan bidang spiritual.
Dalam perjalanan spiritualnya, beliau dengan tekun bermeditasi dan merevisi diri dengan sepenuh hati selama bertahun-tahun. Beliau memberi nama tempat beliau bermeditasi dan merevisi diri tersebut Qing Shui Yan (清水岩). Tempat ini masih ada hingga saat ini di Kota Quanzhou, Kabupaten Anxi, Provinsi Fujian.
Di samping merevisi diri ke dalam, beliau juga banyak melakukan perbuatan baik bagi masyarakat sekitar. Karena tenaga kesehatan pada masa itu sangat terbatas, dengan keahliannya di bidang medis, beliau memanfaatkan tanaman herbal untuk mengobati masyarakat dan mengatasi wabah penyakit menular yang melanda daerah tersebut.
Dalam bidang pembangunan, beliau menggalang donasi dan mengoordinasikan pembangunan berbagai jembatan dan jalan yang sangat bermanfaat bagi mobilitas masyarakat, terutama untuk mendukung perpindahan peralatan, hasil pertanian, dan aktivitas perdagangan pada masa itu. Beberapa kali bencana kekeringan terjadi sehingga Chen Zhao Ying mengadakan ritual untuk memohon turunnya hujan untuk mencegah gagal panen dan kebakaran lahan. Sementara itu, dalam bidang pertanian, beliau mengajarkan para petani cara menangani dan mengendalikan serangan hama serta mengelola sistem irigasi.
Beliau umumnya ditampilkan dalam posisi duduk bermeditasi dengan wajah yang penuh welas asih. Beliau dianugerahi gelar kehormatan Qing Shui Zu Shi, yang mengacu pada tempat beliau merevisi diri dan membimbing masyarakat. Beliau juga dikenal dengan gelar Zu Shi Gong (Co Su Kong). Berikut beberapa gelar yang diberikan oleh sejumlah kaisar dari berbagai dinasti.
- Kaisar Song – Renzong: 清水真人 (Qīngshuǐ Zhēnrén)
- Kaisar Song – Huizong: 清水祖师 (Qīngshuǐ Zǔshī)
- Kaisar Yuan – Shizu: 清水祖师灵应真君(Qīngshuǐ Zǔshī Língyìng Zhēnjūn)
- Kaisar Ming – Yongle: 清水祖师显应真君(Qīngshuǐ Zǔshī Xiǎnyìng Zhēnjūn)
- Kaisar Qing – Kangxi: 清水祖师灵应显佑真君 (Qīngshuǐ Zǔshī Líng Yīng Xiǎn Yòu Zhēn Jūn)
- Kaisar Qing – Qianlong: 清水祖师灵应显佑弘仁普济真君 (Qīngshuǐ Zǔshī Líng Yīng Xiǎn Yòu Hóngrén Pǔ Jì Zhēn Jūn)
Seiring dengan migrasi bangsa Tionghoa dari Fujian, penghormatan kepada Qing Shui Zu Shi menyebar ke Taiwan, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, hingga Indonesia. Hari kebesaran Qing Shui Zu Shi dirayakan setiap bulan pertama tanggal enam menurut penanggalan Imlek (农历: 正月六日).
Cuplikan Kitab Suci Thay Shang Lao Cin
神佛原一体
得道人敬崇
Dewa-Dewa dan Buddha-Buddha adalah satu inti
Karena mendapat Tao (jasa-jasa), manusia menghormati.
封神玉皇事
神仙是神仙
另有佛菩萨
得道也供殿
Yang menentukan tingkat Dewa-Dewa adalah Yi Hwang Ta Tee (Thian Kung) Dewa agung
Dewa tetaplah Dewa, agung tetaplah agung
Ada lagi Buddha-Buddha dan Busak-Busak
Mendapat Tao (tingkatan) juga dapat duduk di istana surga yang bergabung.
