Ritual Agama Tao untuk Membantu Leluhur yang Telah Tiada

Bangsa Tionghoa, yang berlandaskan pada ajaran agama Tao, sejak dahulu kala sangat menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua dan leluhur. Bahkan, ada pepatah yang mengatakan bai shan xiao wei xian, yang kurang lebih berarti bahwa di antara ratusan kebajikan, bakti kepada orang tua dan leluhur harus tetap diutamakan.

Ketika orang tua dan leluhur masih hidup, kita masih dapat melakukan berbagai hal untuk mereka. Kita dapat memberikan perhatian, menemani mereka makan di luar, mengajak traveling, dan sebagainya. Akan tetapi, bagaimana jika mereka sudah meninggalkan kita dan berpindah ke alam lain? Apa yang dapat kita lakukan? Tentunya, setidaknya kita dapat bersikap serta berbuat yang baik dan pantas agar tidak mencoreng nama baik mereka.

Ketika kita ditinggalkan oleh orang tua atau leluhur, tentu kita merasa sedih. Tidak jarang, setelah kepergian mereka, kita didatangi dan mendapat pesan dari almarhum atau almarhumah. Mereka biasanya mengunjungi kita dan menyampaikan pesan melalui mimpi.

Dalam hal mimpi, apakah ini benar-benar merupakan suatu pesan? Ataukah sekadar bunga tidur? Bagaimana kita membedakannya?

  • Mimpi yang disebabkan oleh rasa rindu dan ikatan perasaan yang belum sepenuhnya dapat menerima kepergian mereka. Mimpi seperti ini biasanya hanya merupakan bunga tidur.
  • Mimpi yang berulang selama beberapa hari dan dapat kita ingat dengan jelas setelah bangun tidur, atau mimpi yang pada saat bersamaan dialami oleh sanak keluarga lain dengan “pesan atau cerita” yang sama. Mimpi seperti ini sering kali dianggap sebagai “pesan” dari almarhum atau almarhumah.

Jika pesan yang diterima bernada positif, seperti “Papa sudah tenang di sini” atau “Jangan sedih lagi, Kakek sudah bahagia di sini,” tentu kita akan merasa tenang. Namun, bagaimana jika pesan yang kita terima bernada negatif? Misalnya, “Tolong bantu Papa, di sini dingin sekali” atau “Tolong bantu Kakek, di sini Kakek sangat menderita.” Mendapat pesan seperti ini tentu membuat kita sebagai anak atau cucu merasa sedih dan gelisah.

Dalam agama Tao, Li Shang Hu Shifu mewariskan suatu ritual khusus yang diperuntukkan bagi leluhur yang telah meninggalkan kita. Ritual ini sangat khusus karena bertujuan untuk meringankan kesulitan yang dihadapi oleh leluhur kita di alam tersebut. Ritual ini disebut Lian Hun Du Jie yishi. Ritual ini telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun selama beberapa puluh tahun, biasanya sekitar masa Qing Ming jie (Cheng Beng).