Film animasi Tiongkok, “哪吒之魔童闹海” (Na Zha Zhi Mo Tong Nao Hai) atau dalam versi bahasa Inggrisnya “Ne Zha 2: The Demon Child Battles the Sea“, telah mencapai kesuksesan luar biasa sejak dirilis pada 29 Januari 2025. Film ini berhasil meraup lebih dari $2 miliar di box office global, menjadikannya film animasi terlaris sepanjang masa, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh “Inside Out 2”.
Kisah Ne Zha berakar dari mitologi Tiongkok kuno. Ia dikenal sebagai dewa pelindung dalam Taoisme dan kepercayaan rakyat Tiongkok. Menurut legenda, Ne Zha adalah putra ketiga dari Jenderal Li Jing (李靖), yang juga dikenal sebagai 托塔李天王 (Tuo Ta Li Tian Wang), seorang dewa yang memegang pagoda. Ne Zha memiliki dua kakak laki-laki, yaitu Jin Zha (金吒) dan Mu Zha (木吒), yang juga merupakan tokoh dalam mitologi Tiongkok.
Jenderal Li Jing sendiri adalah jenderal surgawi yang melayani Yu Huang Da Di (玉皇大帝) dan terkenal karena membawa pagoda ajaib yang dapat menangkap musuh. Namun, bukan hanya Li Jing yang memiliki senjata istimewa. Ne Zha juga dikenal dengan berbagai peralatan magis yang membuatnya menjadi salah satu pejuang paling tangguh dalam mitologi Tiongkok.
Sejak kecil, Ne Zha memiliki qian kun quan (乾坤圈), yang secara harfiah berarti “lingkaran langit dan bumi”. Dalam versi animasi terbaru, saat masih kecil, ia mengenakan lingkaran emas ini di lehernya, dan ketika dewasa, ia mengenakannya di pergelangan tangannya. Selain itu, ia juga memiliki feng huo lun (风火轮) atau “roda angin dan api”, yang memungkinkannya bergerak dengan kecepatan luar biasa. Senjatanya yang paling terkenal adalah huo jian qiang (火尖枪) atau “tombak ujung api,” yang menjadi ciri khasnya dalam pertempuran. Selain itu, ia juga memiliki hun tian ling (混天绫), pita merah yang selalu mengalir di sekelilingnya dan sering kali digunakan dalam berbagai pertempuran.
Kelahiran Ne Zha tidak biasa. Ibunya mengandungnya selama tiga tahun enam bulan. Setelah dilahirkan, Ne Zha sudah memiliki kekuatan super dan kemampuan berbicara.
Dalam novel “封神演义” (Feng Shen Yan Yi), Ne Zha tanpa sengaja membunuh Ao Bing (敖丙), putra Raja Naga Laut Timur. Tindakan ini memicu kemarahan Raja Naga, yang menuntut pertanggungjawaban kepada keluarga Ne Zha. Untuk melindungi orang tuanya, Ne Zha akhirnya memilih untuk mengorbankan dirinya sendiri dengan merobek kulit dan dagingnya, mengembalikannya kepada orang tuanya sebagai tanda bakti, sementara jiwanya pergi ke dunia roh. Namun, gurunya, Tai Yi Zhen Ren (太乙真人), berhasil menciptakan kembali tubuhnya dari bunga teratai sehingga memungkinkan Ne Zha menjadi dewa perang yang kuat.
Seseorang yang langsung membaca novel “封神演义” (Feng Shen Yan Yi) mungkin tidak akan langsung menyukai Ne Zha. Dalam novel tersebut, ia digambarkan sebagai seorang pembuat onar yang sering bertindak semaunya sendiri dan mendapat perlakuan istimewa secara tidak masuk akal walaupun telah melakukan banyak kesalahan. Meskipun begitu, seiring waktu, karakter Ne Zha semakin berkembang dan menjadi sosok yang jauh lebih positif, hingga akhirnya ia dicintai oleh banyak orang sebagai simbol pemberontakan terhadap takdir dan ketahanan dalam menghadapi kesulitan.
