Sebagai manusia, terkadang kita merasa capek, bosan, dan lelah dalam menjalani kehidupan. Orang yang mencari nafkah merasa bosan dengan pekerjaannya, sedangkan yang mengurus rumah tangga mengalami kelelahan berkepanjangan karena harus mengasuh anak, mengurus rumah, dan merasa tidak produktif. Terkadang, kita ingin bersantai dan hanya menikmati hari. Apakah itu sebuah kesalahan? Menurut saya, itu bukan sebuah kesalahan, melainkan sesuatu yang sangat manusiawi. Sebagai umat Tao, jika hanya bekerja terus-menerus, hal itu tidak sesuai dengan hukum Tao yang selalu seimbang. Ada bekerja, ada beristirahat. Ada bergerak, ada diam. Segala sesuatu akan menciptakan keseimbangan dengan sendirinya.
Papa saya adalah orang yang tidak bisa diam. Beliau selalu pergi ke sana kemari dan melakukan segala sesuatunya sendiri. Namun, suatu hari beliau harus masuk rumah sakit selama hampir tiga minggu. Selama di rumah sakit, semuanya pasti terbengkalai. Beliau tidak bisa bekerja, tidak bisa mengurus peternakannya, dan tidak bisa pergi ke rumah temannya. Awalnya, beliau tidak bisa menerima keadaan itu. Beliau marah karena tidak bisa banyak bergerak, marah karena seluruh badannya terasa tidak enak, dan harus menggunakan banyak selang karena saturasi oksigennya tiba-tiba turun serta sempat mengalami serangan jantung. Dari situ, saya mendapatkan sebuah pemikiran bahwa semua ini terjadi karena papa adalah orang yang tidak bisa diam. Jadi, sekarang beliau harus diam agar kembali seimbang.
Begitu pula dengan saya yang sangat ekstrover dan suka berbicara dengan banyak orang. Saya bahkan bisa mengatakan bahwa berbicara adalah hobi saya. Namun, saat menjaga papa di rumah sakit waktu itu, saya justru hanya ingin diam. Keadaan itu berbanding terbalik dengan suami saya yang sangat introver dan tidak suka berbicara basa-basi dengan orang lain. Beliau malah mendapatkan teman baru karena harus menunggu di ruang tunggu ICU. Dapat dikatakan bahwa tubuh kita mencari keseimbangannya sendiri. Jadi, apa pun itu, semuanya akan mendapatkan keseimbangannya masing-masing.
Sama seperti dunia ini. Jika cuaca terlalu panas, langit akan menurunkan hujan. Jika semua lahan resapan air digunakan manusia, akan terjadi longsor, banjir, dan berbagai bencana lainnya untuk mengembalikan keseimbangan. Oleh karena itu, sebagai umat Tao, sebaiknya kita tidak terlalu muluk-muluk, tidak terlalu suka, tidak terlalu benci, tidak terlalu baik, ataupun terlalu cuek. Sebab, suatu saat nanti segala sesuatu akan mencari keseimbangannya sendiri, dan mau tidak mau kita harus menerima keseimbangan itu.
