Guan Sheng Di Jun (关圣帝君), yang lebih populer dikenal dengan nama Guan Gong (关公), merupakan Dewa Pelindung Perdagangan, Kesusastraan, sekaligus Pelindung dari malapetaka peperangan. Beliau juga menjadi simbol kesetiaan (zhong 忠) dan kejujuran (yi 义).
Beliau lahir dengan nama Guan Yu (关羽), alias Guan Yun Chang, di Kabupaten He Dong, Provinsi Shan Xi. Beliau hidup pada masa San Guo atau Tiga Negara, sekitar tahun 220–280 Masehi.
Sejak muda, Guan Yu telah menunjukkan keberanian dalam membela kebenaran. Dikisahkan, beliau pernah menolong seorang gadis yang dipaksa menjadi istri muda seorang pejabat daerah, lalu mengembalikannya kepada orang tuanya.
Pada suatu hari, di sebuah kedai teh, Guan Yu berjumpa dengan Liu Bei (劉備), salah seorang kerabat Kaisar Dinasti Han, dan Zhang Fei (张飞). Ketiga pemuda ini ternyata memiliki cita-cita dan pandangan yang sama. Akhirnya, mereka bertiga pergi ke rumah Zhang Fei. Di kebun persik di rumah Zhang Fei itulah mereka bertiga mengucapkan sumpah, saling mengangkat saudara sehidup semati untuk membela negara dan menegakkan kebenaran. Peristiwa ini dikenal sebagai Tao Yuan Jie Yi (桃园结义).
Ketika Perdana Menteri Dinasti Han bernama Cao Cao (曹操) sudah memiliki kekuasaan yang sangat besar, ia berusaha menumpas Liu Bei. Dengan mengerahkan pasukan yang tangguh, akhirnya Liu Bei dan Zhang Fei mengalami kekalahan dan terpaksa berpencar untuk melarikan diri. Sementara itu, Guan Yu yang melindungi keluarga Liu Bei, dikejar dan dikepung oleh pasukan Cao Cao.
Demi menjamin keselamatan keluarga Liu Bei, Guan Yu menyerah kepada Cao Cao dengan syarat bahwa Guan Yu hanya bekerja membantu Cao Cao, tetapi kesetiaannya tetap kepada Liu Bei. Ketika mendengar kabar tentang keberadaan Liu Bei, Guan Yu akan segera meninggalkan Cao Cao untuk menemuinya. Cao Cao menerima syarat ini dengan pertimbangan bahwa, jika ia memperlakukan Guan Yu dengan lebih baik, mungkin suatu saat Guan Yu akan berpaling dari Liu Bei.
Selama bersama Cao Cao, Guan Yu berulang kali digoda. Misalnya, dalam suatu perjalanan, Guan Yu hanya diberikan satu tenda untuk dirinya dan kedua istri Liu Bei. Namun, Guan Yu sangat menghormati kakak angkat dan kedua istri Liu Bei. Tenda tersebut diberikan kepada mereka, sementara Guan Yu berjaga di depan pintu sepanjang malam. Dalam berbagai kesempatan, Cao Cao memberi emas, perak, perhiasan, pakaian, berbagai harta benda, bahkan puluhan gadis cantik. Namun, Guan Yu tetap teguh dan tidak tergoda.
Suatu ketika, Cao Cao berperang melawan penguasa daerah He Bei bernama Yuan Shao di daerah Bai Ma. Dalam peperangan ini, panglima Yuan Shao bernama Yan Liang berhasil mengalahkan pasukan Cao Cao. Akhirnya, Guan Yu turun tangan menghadapi Yan Liang untuk membalas budi Cao Cao. Dalam pertempuran lain di daerah Yan Jin, Guan Yu juga berhasil menumpas panglima terbaik Yuan Shao lainnya, yakni Wen Chou.
Pada akhir pertempuran tersebut, Liu Bei mengetahui bahwa Guan Yu berada di pihak Cao Cao. Liu Bei pun mengirim kabar rahasia kepada Guan Yu. Setelah menerima kabar itu, Guan Yu hendak menghadap Cao Cao untuk berpamitan. Namun, karena Cao Cao berusaha menghindar, akhirnya Guan Yu meninggalkan istana beserta seluruh hadiah berupa harta, perhiasan, dan gadis cantik, disertai surat perpisahan.
Setelah meninggalkan Cao Cao, Guan Yu mengawal kedua kakak iparnya (istri Liu Bei) dan harus menerobos lima kota yang dikuasai Cao Cao. Dalam perjalanan itu, Guan Yu menumpas enam panglima Cao Cao demi bersatu kembali dengan kakak angkatnya, Liu Bei.
Sekitar delapan tahun kemudian, dalam pertempuran di Chi Bi, Guan Yu menempati posisi strategis di Hua Rong untuk menyergap pasukan Cao Cao yang telah mengalami kekalahan besar. Ketika Cao Cao bertemu Guan Yu, ia turun dari kuda dan berlutut memohon agar dibebaskan, sambil mengingatkan jasa baiknya terhadap Guan Yu di masa lalu. Melihat kondisi Cao Cao yang compang-camping dan mengingat masa lalu ketika mereka bersama, Guan Yu akhirnya luluh dan melepaskan Cao Cao. Selanjutnya Guan Yu kembali untuk menerima hukuman mati karena tidak menghabisi Cao Cao.
Sebelas tahun kemudian, Guan Yu mengalami kekalahan ketika menghadapi Sun Quan, Kaisar negara Wu. Setelah gugur, ia dimakamkan oleh Cao Cao dengan penuh kehormatan di daerah Luo Yang.
Konon dikisahkan, pada masa Dinasti Song, Guan Gong menitis sebagai Yue Fei, , seorang jenderal yang mahir dalam bidang sastra dan militer. Yue Fei dikenal sebagai sosok yang setia kepada negara dan bersemangat memulihkan kejayaan bangsanya. Pada saat itu, wilayah utara Dinasti Song direbut oleh bangsa asing. Pasukan Yue Fei sangat disegani lawan, tetapi menimbulkan kecemburuan di antara pejabat lain. Dalam pertempuran yang hampir dimenangkannya, Yue Fei diperintahkan untuk segera kembali ke ibu kota. Setibanya di Ibukota, Beliau ditangkap dan dihukum mati karena fitnah dari pejabat yang disuap oleh bangsa asing.
Hingga hari ini, sosok yang melambangkan kesetiaan bagi bangsa Tionghoa adalah Guan Gong dan Yue Fei. Hari kebesaran Guan Sheng Di Jun dirayakan pada bulan enam tanggal dua puluh empat penanggalan Imlek (农历: 六月二十四日).
Lagu Guan Gong bisa didengarkan di sini: https://open.spotify.com/track/0BT2KN9nxYnaABWQkftENL
