Legenda 8 Dewa – Li Tie Guai

Li Tie Guai diperkirakan lahir pada zaman dinasti Zhou Barat. Beliau adalah seorang pemuda yang tampan dan memiliki perawakan yang gagah dan perkasa. Konon, dikisahkan beliau merupakan murid langsung dari Lao Zi. Sebelum diangkat sebagai murid, Lao Zi beberapa kali menguji Li Tie Guai dengan berbagai macam cobaan. Namun, Li Tie Guai menunjukkan keteguhan hati dan kebijaksanaan yang melebihi orang awam. Lao Zi kemudian memberikan Li Tie Guai cara untuk mencapai kesempurnaan.

Li Tie Guai kemudian bersemedi selama 40 hari 40 malam di dalam sebuah gua, tanpa makan dan minum. Setelah itu, beliau pun berkelana dan menolong orang-orang kesulitan yang ditemuinya. Beberapa tahun pun berlalu, Li Tie Guai kini sudah memiliki seorang murid. Suatu saat Beliau pun menyuruh muridnya untuk menjaga tubuhnya selama 7 hari 7 malam. Setelahnya, Li Tie Guai mulai bersemedi dan rohnya pun keluar dari tubuhnya terbang menuju kayangan. 

Keesokan harinya, sang murid menerima kabar bahwa ibunya sedang sakit keras. Karena sudah diperintahkan untuk menjaga tubuh sang guru selama 7 hari 7 malam, sang murid pun tak bergeming. Namun, pada hari keenam, ia mendapat kabar bahwa ibunya sekarat dan waktunya sudah tidak lama lagi. Merasa gundah gulana, ia pun memutuskan untuk mengkremasi tubuh gurunya, menganggap bahwa gurunya pasti sudah naik ke kayangan. Ia pun bergegas pulang ke kampung halamannya. 

Pada hari ke-7, Li Tie Guai pun kembali mencari tubuhnya, tetapi hanya menemukan seonggok abu di dalam gua. Karena harus bergegas, beliau mencari tubuh yang bisa untuk digunakan. Tak jauh dari gua, ada jasad seorang pengemis tua, dengan rambut berantakan dan kaki yang pincang. Maka, Li Tie Guai pun masuk ke dalam tubuh sang pengemis.

Beliau awalnya merasa tidak puas dan memutuskan untuk mencari tubuh lain yang lebih baik untuk digunakan. Namun, Lao Zi menasihati beliau agar tetap menggunakan tubuh sang pengemis dan mengisyaratkan bahwa mungkin ini adalah satu-satunya cara agar beliau bisa mendapatkan kesempurnaan. Mendengar hal itu, Lie Tie Guai menyadari bahwa tubuh fisiknya tidaklah berarti dalam proses kehidupan. Semua orang pasti akan tua dan badan fisik seseorang pasti akan memburuk. Karena melihat bahwa muridnya sudah mendapatkan pencerahan, Lao Zi memberikan Li Tie Guai sebuah tongkat besi dan botol labu yang berisi ramuan ajaib.

Lao Zi menganjurkan Li Tie Guai untuk terus membantu banyak orang dengan menggunakan tubuhnya yang sekarang. Beliau pun berangkat menemui muridnya. Di sana, sang murid sedang berduka karena ibunya baru saja meninggal dunia. Dengan menggunakan ramuan ajaib dari botol labunya, Li Tie Guai membangkitkan kembali ibu sang murid. Tanpa berkata-kata panjang lebar, beliau melanjutkan perjalanannya.

Setelah kejadian tersebut, Li Tie Guai banyak menolong nelayan, petani dan rakyat yang sedang kesulitan. Karena banyak menolong orang, maka beliau bisa mencapai kesempurnaan dan menjadi dewa yang dipuja-puja masyarakat luas.