Puisi “Guruku yang Mulia”

Puisi ini sudah pernah dibacakan pada saat pelantikan Huang Yi tanggal 25 Oktober 2020 di Taokwan Jing Hua Gong, Medan. Hari ini untuk mengenang kembali jasa-jasa Shi Fu, penulis kembali membagikan puisi ini kepada seluruh pembaca. Tidak terasa sudah 2 tahun Shi Fu meninggalkan kita semua, namun kenangan Beliau tidak akan pernah terlupakan.

Ada cerita di balik pembuatan puisi ini. Pada saat ingin menulis puisi ini, penulis merasa mendapatkan inspirasi/ilham pada saat lian gong. Ini adalah kali pertama penulis membuat puisi. Jujur saja, penulis sendiri merasa terkejut karena tidak sampai 15 menit puisi telah selesai ditulis. Rasanya seperti Fu Fak Shen turut membantu saat menulis puisi ini. Pada saat menulis, seperti terbawa saat-saat berjumpa dengan Shi Fu sampai pada saat-saat Shi Fu akan meninggalkan kita semua. Air mata tidak mampu dibendung dan mengalir dengan sendirinya.

Melalui puisi ini penulis ingin mengajak para Tao You Men turut berpartisipasi dan berkontribusi aktif sesuai dengan kemampuan masing-masing mendukung program-program yang disusun oleh ZMR sebagai pimpinan tertinggi kita saat ini sebagaimana yang telah dipilih oleh Shi Fu saat Beliau masih hidup. Sebagai tanda terima kasih kita kepada Shi Fu, marilah kita bahu membahu memajukan Tao Ciao yang Agung ini.

GURUKU YANG MULIA

Shifu,

Pertama kali melihatmu,
Engkau hanyalah sosok orang tua biasa,
ramah dan penuh senyum.

Setelah beberapa lama mengenalmu,
baru kusadari Engkau adalah orang tua yang luar biasa.

Dengan penampilanmu yang bersahaja,
Engkau telah mengajari kami tentang kesederhanaan hidup.

Berkat diri-Mu, kami dapat mengenal Tao.
Berkat diri-Mu, kami dapat merasakan keagungan Tao.
Dan berkat diri-Mu, kami menjadi selangkah lebih maju dan mengerti tujuan hidup yang sebenarnya.

Shifu,

Tak terasa waktu cepat berlalu.
Malam itu, di kala Engkau akan meninggalkan kami semua,
Malam itu, di saat semua murid-Mu memohon kepada langit,
agar kami diberikan kesempatan untuk bersama-Mu lebih lama lagi.
Di saat langit tidak bisa mengabulkan permohonan kami,
kami sungguh-sungguh kehilangan seorang Mahaguru yang selama ini menjadi teladan kami.

Shifu,

Teladan-Mu adalah warisan yang paling berharga untuk kami.
Walaupun saat ini kami tidak bisa lagi melihat-Mu,
Tapi… Shifu selalu ada di hati & jiwa kami.

Shifu,

Jasa-jasa-Mu tidak akan pernah kami lupakan.

Shifu,

Terima kasih Engkau telah mempersiapkan seorang ZMR yang bijaksana buat kami semua.
Di bawah pimpinan ZMR, kami akan meneruskan semangat-Mu dalam mengembangkan Tao Jiao yang agung ini.