Xuan Tian Shang Di (玄天上帝)

Xuan Tian Shang Di banyak dipuja oleh umat Tao sejak ribuan tahun lalu. Beliau juga dikenal sebagai Xuan Wu (玄武). Pada masa Dinasti Song, Kaisar Song Tai Zong menganugerahkan kepada-Nya gelar Zhen Wu Da Di (真武大帝), dan sepanjang Dinasti Song gelar inilah yang umum digunakan.

Xuan Tian Shang Di ditampilkan dengan rupa seorang kaisar berjanggut hitam, tanpa alas kaki, menginjak ular dan kura-kura, serta menggenggam pedang pusaka. Umat memohon kepada-Nya agar anak-anak senantiasa dilindungi dari mara bahaya dan gangguan dari dimensi lain. Hari kebesaran-Nya dirayakan pada bulan tiga tanggal tiga penanggalan Imlek (农历: 三月三日).

Konon, Xuan Tian Shang Di merupakan seorang pangeran yang meninggalkan kerajaan dan pergi ke Wu Dang Shan (Gunung Wu Dang) untuk xiu Dao. Setelah bertahun-tahun melatih diri di gunung, sang pangeran merasa jenuh dan putus asa karena tidak merasakan kemajuan atau hasil apa pun. Akhirnya, beliau turun gunung.

Dalam perjalanan turun gunung, beliau bertemu dengan seorang nenek yang sedang menggosok sebatang tongkat besi pada batu asahan. Heran melihat apa yang dikerjakan oleh nenek tersebut, beliau pun mendekat dan terjadilah tanya jawab.

Pangeran: “Nek, apa yang sedang Anda lakukan?” 

Nenek: “Saya sedang mengasah batang besi ini untuk dijadikan jarum karena saya ingin menjahit gaun pernikahan yang indah untuk cucu perempuan saya.”

Pangeran: “Nek, apa yang Anda kerjakan ini sia-sia. Mana mungkin tongkat besi yang sedemikian tebal dapat menjadi jarum?”

Nenek: “Selama saya memiliki keyakinan dan keuletan, tongkat besi ini pasti dapat saya asah sampai menjadi jarum jahit yang baik.”

Seketika itu pula sang pangeran mendapatkan pencerahan. Beliau segera kembali naik ke gunung untuk melanjutkan xiu Dao-nya. Setiap kali merasa goyah, percakapannya dengan sang nenek kembali terlintas dalam benaknya dan menguatkan tekadnya untuk terus berlatih. Bertahun-tahun kemudian, akhirnya beliau mencapai kesempurnaan dan memperoleh gelar Xuan Tian Shang Di.

Kelenteng Xuan Tian Shang Di banyak dipugar dan dibangun pada masa Dinasti Ming karena dalam salah satu pertempuran menggulingkan Dinasti Yuan, Zhu Yuan Zhang (Ming Tai Zu) pernah mengalami kekalahan, lalu bersembunyi di kelenteng Xuan Tian Shang Di di Wu Dang Shan. Setelah selamat dari kejaran pasukan Dinasti Yuan, akhirnya Zhu Yuan Zhang berhasil mengusir bangsa Mongol dan mendirikan Dinasti Ming. Dari generasi ke generasi, para Kaisar Dinasti Ming sangat mendukung penghormatan kepada Xuan Tian Shang Di. Bahkan, hingga akhir masa pemerintahan Dinasti Ming, di Pulau Taiwan (wilayah pertahanan terakhir Dinasti Ming), tetap dibangun kelenteng Xuan Tian Shang Di untuk menambah wibawa pemerintahan.

Ketika Dinasti Qing mulai berkuasa dan setelah jatuhnya benteng pertahanan Dinasti Ming di Taiwan, Xuan Tian Shang Di dikerdilkan oleh pemerintah Dinasti Qing. Disiarkan propaganda yang bersumber dari mitos agama lain, yang menyebutkan bahwa Xuan Tian Shang Di adalah seorang jagal yang sudah bertobat, meletakkan pisau, dan memeluk agama tersebut. Semua propaganda politik ini bertujuan melemahkan semangat bangsa Tiongkok dalam mempertahankan dan membangkitkan kembali Dinasti Ming serta menggulingkan pemerintahan bangsa Manchu (Dinasti Qing).

玄天上帝 修正果
Xuan Tian Shang Di berhasil dalam Xiu Dao-nya

得道 持剑 游四方
Mendapatkan Tao, membawa pedang berkelana empat penjuru

除魔 镇煞 功德高
Membasmi yang jahat, besar jasanya

宣扬正道 除烦恼
Menyebarkan Tao, menghapus kegelisahan

Lagu Xuan Tian Shang Di dapat didengarkan melalui tautan berikut.

https://open.spotify.com/track/0sABfrPlPriNFtauu65Y5w