Siutao adalah proses merevisi diri secara terus-menerus agar semakin selaras dengan Tao. Tao sendiri dapat dipahami sebagai kaidah, hukum, dan cara yang benar. Dalam belajar Tao atau siutao, kita juga mempelajari cara-cara yang benar untuk mencapai tujuan kesempurnaan. Belajar cara (fa) merupakan salah satu materi penting dalam siutao kita.
Tujuan siutao adalah untuk mencapai kesempurnaan dan keabadian bagi setiap jiwa, yang hanya bisa dicapai melalui cara-cara yang berkelanjutan atau yang dapat dijalankan secara terus-menerus dan langgeng. Cara-cara ini disebut Taofa, yaitu cara yang sesuai dengan kaidah Tao. Taofa ini tentu memperhatikan pola tubuh dan jiwa, hubungan antar manusia, serta semua kaidah kemanusiaan lainnya.
Pola tubuh dan jiwa menjadi kajian yang terus-menerus bagi kaum siutao, dari zaman dahulu hingga sekarang, dan akan terus menjadi materi penting bagi para penerus siutao di masa yang akan datang. Karena manusia memiliki tubuh dan jiwa, maka tubuh menjadi kendaraan penting dalam proses siutao. Oleh sebab itu, memelihara tubuh sesuai pola kealamiahannya merupakan tugas utama bagi setiap kaum siutao. Di balik tubuh, masih ada jiwa yang saling memengaruhi dan berkembang bersama tubuh. Menjaga agar tubuh dan jiwa tetap selaras dan menyatu merupakan tugas penting kedua yang tidak kalah esensial bagi kaum siutao. Selanjutnya, mendewasakan jiwa agar mampu mandiri dan berevolusi tanpa keberadaan tubuh menjadi tugas penting berikutnya.
Dalam perjalanan siutao, manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Meskipun persoalan tubuh dan jiwa adalah inti dalam proses siutao, hubungan horizontal antarmanusia juga tidak bisa diabaikan, karena hal ini dapat menjadi ganjalan dan rintangan dalam proses dan perjalanan siutao seseorang. Setiap individu, sejak lahir hingga meninggal, selalu membutuhkan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, mengelola setiap hubungan dengan baik akan sangat bermanfaat bagi kemajuan hidup dan siutao seseorang.
Hubungan antara anak dan orang tua merupakan hubungan yang mendasar dalam kehidupan seseorang. Seorang anak hendaknya berlaku sebagai anak yang menghormati orang tuanya, sementara orang tua dapat bersikap sebagai orang tua yang mengasihi dan mengayomi anak-anaknya. Menjaga hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak dalam keluarga adalah landasan penting untuk dapat mengelola hubungan-hubungan lain yang lebih kompleks dalam masyarakat.
Hubungan antara sesama saudara dalam keluarga merupakan hubungan penting kedua yang perlu dijaga. Kakak dapat menyayangi dan melindungi adik-adiknya, sedangkan adik dapat menghormati dan menyayangi kakaknya. Hubungan ini menjadi landasan penting bagi seseorang untuk dapat berdiri teguh di tengah masyarakat yang lebih luas.
Hubungan dengan keluarga besar perlu dijaga agar tetap harmonis dan tidak saling menjatuhkan, sehingga setiap anggota keluarga merasa memiliki tempat dan nyaman berada di dalamnya. Tidak ada yang merasa tertindas, tidak ada yang merasa dimarginalkan. Semua anggota keluarga dapat bebas mengekspresikan diri tanpa melanggar hak hidup orang lain.
Hubungan dengan orang lain dalam masyarakat adalah hubungan yang sangat kompleks dan beragam. Namun, intinya tetap sama, yaitu bagaimana menjaga keharmonisan dalam hidup bersama, agar setiap individu dapat menjalankan hak hidupnya masing-masing dengan baik.
Taofa mencakup, baik ke dalam diri maupun ke luar diri. Semuanya merupakan cara-cara yang digunakan oleh kaum siutao untuk mencapai tujuan kesempurnaan dan keabadian. Maka dari itu, dalam menjalani hidupnya, seorang yang menjalankan siutao seyogianya mengikuti cara-cara yang benar dan berkelanjutan. Dengan demikian, corak kehidupan seorang siutao akan tampak terang, tetapi tidak menyilaukan mata, serta selalu menjadi inspirasi bagi sesamanya.
Hidup dikarenakan bernyawa
Latihan Tao untuk lindungi Anda
Sehatkan badan dan sayangilah nyawa
Manusia harus memperhatikan rohaniah dan jasmaniah
(Kitab Suci Thay Shang Lao Cin)
