Tao Itu Adil

Segala sesuatu di dunia ini merupakan suatu sebab akibat yang terjadi silih berganti. Semua kejadian yang terjadi pasti ada sebabnya. Segala sesuatu dalam kehidupan saling berkaitan, tidak ada yang serba kebetulan.

Kejadian-kejadian yang ada dalam hidup kita adalah hasil dari serangkaian peristiwa yang panjang, dari peristiwa besar sampai yang terkesan remeh. Di dunia science ada istilah the butterfly effect(efek kupu-kupu) yang konon kepakan sayap kupu-kupu di Amerika bisa menyebabkan badai topan di Cina. Perubahan kecil seperti kepakan sayap kupu-kupu di waktu dan tempat yang tepat bisa menyebabkan reaksi berantai yang berujung pada perubahan yang sangat besar.

Bagaimana dengan kehidupan kita?

Peristiwa yang pernah atau sedang terjadi dalam kehidupan kita merupakan gabungan dari banyak peristiwa dan keputusan-keputusan yang diambil. Semua peristiwa sesungguhnya tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari mata rantai peristiwa yang terus bersambung. Hal ini merupakan keteraturan, mengikuti aturan alam. Ada hal-hal yang berada di dalam kendali kita, dan sebagian di luar kendali kita.

Ren Suan Bu Ru Tian Suan. Kejadian yang kita anggap tidak adil mungkin saja itu adalah sebuah keadilan. Semua memiliki sebab akibatnya. Karena itu hendaknya kita melakukan kebaikan secara terus-menerus (sebab) sehingga yang diperoleh adalah hasil (akibat) yang baik. Jangan karena suatu kebaikan kecil sehingga kita tidak melakukannya. Dan karena suatu kejahatan sepele sehingga kita berani melakukannya.

Da Dao itu adil. Maka dituliskan Da Dao Wu Qing (Dao yang agung tidak berperasaan). Hanya karena manusia belum memahaminya saja sehingga dapat mengatakan kalau sesuatu itu tidak adil. Kalau manusia bisa memahami Dao maka dia akan hidup selaras dengan alam, sehingga bisa menerima sesuatu yang biasanya dikatakan “Tidak Adil”.

Berikan komentar

four − three =