Gan Tian Da Di (感天大帝)

Gan Tian Da Di (感天大帝) adalah gelar yang diberikan oleh umat kepada Xu Xun (许逊). Xu Xun, yang juga dikenal dengan nama Jing Zhi (敬之), lahir dalam keluarga penganut Tao pada masa Negara Wu Timur (東吳), pada era Tiga Kerajaan (San Guo atau Sam Kok). Beliau berasal dari Kabupaten Nan Chang, Provinsi Jiang Xi.

Leluhur Xu Xun berasal dari Ru Nan, He Nan, tetapi keluarganya telah menetap di Jiang Xi selama beberapa generasi. Kakeknya, Xu Yan (许琰), dan ayahnya, Xu Xiao (许萧), dikenal sebagai tokoh Tao yang memiliki pemahaman mendalam tentang agama Tao. Oleh karena itu, sejak kecil, Xu Xun tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan ajaran Tao.

Xu Xun dikenal sebagai sosok yang sangat cerdas. Sejak muda, beliau mempelajari berbagai bidang ilmu, antara lain astronomi, geografi, pengobatan tradisional, teori yin yang (阴阳), dan lima unsur (wu xing, 五行). Kecerdasan dan pemahaman spiritualnya membuat beliau dikenal luas sejak usia muda. Di kemudian hari, beliau memperdalam pengetahuannya tentang agama Tao dengan berguru kepada Wu Meng (吴猛).

Pada tahun 280 M, Xu Xun diangkat menjadi pejabat pemerintahan pada masa Dinasti Jin Barat. Beliau menjabat sebagai bupati Kabupaten Jing Yang (旌阳), yang kini berada di wilayah Provinsi Sichuan (四川). Jabatan tersebut membuat beliau dikenal dengan sebutan Xu Jing Yang (许旌阳) atau Jing Yang Zhen Jun (旌阳真君).

Selama menjalankan tugas pemerintahan, Xu Xun dikenal sebagai pejabat yang jujur, bersih, dan menentang korupsi. Beliau banyak membantu masyarakat, terutama rakyat miskin, antara lain dengan mengurangi beban pajak yang memberatkan kehidupan mereka. Ketika terjadi wabah penyakit, beliau juga memanfaatkan pengetahuan medisnya untuk mengobati masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Kejujuran, kepedulian, dan pengabdiannya membuat beliau sangat dicintai rakyat.

Menjelang akhir masa Dinasti Jin Barat, kondisi politik semakin tidak stabil akibat berbagai konflik internal di lingkungan kekaisaran. Melihat situasi tersebut, Xu Xun memilih mengundurkan diri dari jabatannya dan kembali ke kampung halamannya di Jiang Xi untuk mendalami agama Tao.

Pada masa itu, wilayah Jiang Xi kerap dilanda banjir besar. Xu Xun dan para muridnya memahami bahwa banjir tersebut berkaitan dengan curah hujan yang tinggi dan sistem pengelolaan perairan yang kurang baik. Namun, masyarakat awam pada masa itu meyakini bahwa banjir terjadi akibat gangguan naga jahat yang merusak keseimbangan alam. Kepercayaan tersebut diduga berkaitan dengan bentuk sungai yang berkelok-kelok dan alirannya yang bergelombang sehingga menyerupai naga yang sedang menggeliat.

Sepanjang sejarah, Xu Xun menerima berbagai gelar kehormatan dari sejumlah dinasti. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  • Kelenteng You Wei Guan (游帷觀) di Xi Shan, Kabupaten Nan Chang, Provinsi Jiang Xi, didirikan pada tahun 376 M dengan nama Xu Xian Ci (许仙祠) untuk menghormati Xu Xun. Pada masa Kaisar Zhen Zong (真宗) dari Dinasti Song, status kelenteng ini ditingkatkan menjadi Yu Long Gong (玉隆宮). Selanjutnya, pada masa Kaisar Hui Zong (徽宗) dari Dinasti Song, Xu Xun dianugerahi gelar Shen Gong Miao Ji Zhen Jun (神功妙濟真君). Kaisar Hui Zong kemudian memerintahkan perluasan kompleks kelenteng tersebut dan memberinya nama Yu Long Wan Shou Gong (玉隆万寿宫).
  • Pada masa Dinasti Ming, dukungan terhadap perkembangan Taoisme turut mendorong pemberian gelar tambahan kepada Xu Xun, yaitu Jing Yang Zu Shi (旌阳祖师) dan Xu Zhen Jun (许真君).
  • Pada masa Dinasti Qing, gelar kehormatan bagi Xu Xun semakin bertambah. Kaisar Jia Qing (嘉庆) menganugerahkan gelar Ling Gan Pu Ji Zhi Shen (靈感普濟之神), sedangkan para pengikut Jing Ming Dao menganugerahkan gelar Xiao Dao Xian Wang (孝道仙王) dan Zhong Xiao Shen Xian (忠孝神仙). Sementara itu, umat awam lebih mengenalnya dengan gelar Gan Tian Da Di (感天大帝).

Xu Xun dihormati oleh berbagai kelompok dalam agama Tao, antara lain:

  • Sebagai pendiri dan guru utama Jing Ming Dao (淨明道), yaitu aliran Tao yang menekankan kesetiaan, bakti, dan kemurnian batin.
  • Sebagai sesepuh atau tokoh penting dalam Lü Shan Pai (閭山派).

Di kalangan umat, Gan Tian Da Di dihormati sebagai Dewa yang mengendalikan air, sungai, dan bendungan. Oleh karena itu, umat yang berprofesi sebagai petani atau tinggal di sekitar sungai sering memohon perlindungan Beliau, terutama ketika menghadapi ancaman banjir dan kekeringan. Sebagian umat lainnya memohon perlindungan dari gangguan roh jahat dan kesembuhan ketika menghadapi wabah penyakit.

Pemujaan terhadap Gan Tian Da Di berpusat di wilayah Jiang Xi, Fujian, dan Guangdong. Seiring dengan migrasi masyarakat Fujian dan Hakka, pemujaan ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah, seperti Taiwan, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Hari kebesaran Gan Tian Da Di diperingati setiap tanggal 25 bulan ke-10 dalam penanggalan Imlek (十月二十五日).