Hua Tuo (華佗), dengan nama kehormatan Yuan Hua (元化), adalah tabib terkemuka pada akhir Dinasti Han Timur. Masa tersebut ditandai oleh pergolakan politik dan peperangan yang kemudian mengantarkan Tiongkok memasuki era Tiga Kerajaan (San Guo / Sam Kok). Beliau berasal dari Kabupaten Qiao (譙縣), wilayah Pei Guo (沛國), yang kini termasuk dalam wilayah Kota Bozhou, Provinsi Anhui.
Menurut catatan dalam Sanguozhi (三國志) dan Hou Hanshu (後漢書), Hua Tuo pernah direkomendasikan oleh Chen Gui dan Huang Wan untuk menduduki jabatan pemerintahan. Namun, beliau menolak tawaran tersebut dan memilih mengabdikan diri pada bidang pengobatan demi melayani masyarakat luas.
Keahlian Hua Tuo mencakup berbagai bidang kedokteran pada masanya, antara lain pengobatan herbal, pembedahan, akupunktur, dan latihan kesehatan. Berikut beberapa kontribusi penting Hua Tuo.
- Pelopor pembedahan modern.
Teknik pembedahan yang dikembangkan Hua Tuo dianggap melampaui zamannya. Catatan sejarah menyebutkan bahwa beliau menggunakan ramuan anestesi yang dikenal sebagai ma fei san (麻沸散) untuk membius pasien yang akan menjalani operasi. - Pengembang metode akupunktur.
Di bidang akupuntur, Hua Tuo mengembangkan metode yang efektif dengan jumlah titik yang relatif sedikit, tetapi tepat sasaran. Dalam akupuntur modern dikenal istilah Hua Tuo Jiaji Xue (华佗夹脊穴), yaitu kelompok titik akupuntur yang terletak di sepanjang tulang belakang. - Pencipta senam kesehatan Wu Qin Xi.
Sistem latihan kesehatan yang diwariskan Hua Tuo disebut Wu Qin Xi (五禽戏). Latihan ini bertujuan memperkuat tubuh, melancarkan peredaran qi, menjaga kesehatan organ, dan memperpanjang usia. Hingga kini, Wu Qin Xi masih banyak dipraktikkan sebagai bagian dari latihan kesehatan dalam tradisi Tao dan pengobatan tradisional Tiongkok. Gerakannya meniru lima hewan, yaitu harimau (虎), rusa (鹿), beruang (熊), monyet (猿), dan bangau (鳥).
Dalam dunia pengobatan tradisional Tiongkok, Hua Tuo dihormati oleh generasi-generasi berikutnya melalui berbagai gelar kehormatan, antara lain Wai Ke Bi Zu (外科鼻祖), yang berarti “Pelopor Bedah Tiongkok”, dan Wai Ke Sheng Shou (外科圣手), yang berarti “Mahaguru Bedah”.
Atas jasa, kebaikan, dan pertolongannya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan, Hua Tuo dihormati dengan sejumlah gelar, antara lain Hua Tuo Xian Shi (华佗仙师), Hua Tuo Da Di (华佗大帝), dan Shen Yi Da Di (神医大帝). Hari kebesaran Hua Tuo diperingati setiap tanggal 18 bulan keempat dalam penanggalan Imlek (四月十八日).
Hingga saat ini, para tabib dan praktisi pengobatan tradisional Tionghoa memuliakan Hua Tuo sebagai dewa pelindung profesi mereka. Umat juga memohon kesehatan dan kesembuhan melalui berkah beliau.
Ajaran yang diwariskan Hua Tuo menekankan bahwa kesehatan tidak hanya diperoleh melalui obat-obatan, tetapi juga melalui pola hidup yang seimbang, olahraga, pengendalian emosi, serta pemeliharaan kesehatan yang selaras dengan prinsip-prinsip Tao (道).
Kisah mengenai kehebatan Hua Tuo dalam bidang pembedahan dikenal luas melalui novel klasik San Guo Yanyi (三國演義) karya Luo Guan Zhong. Dalam novel tersebut diceritakan bahwa Hua Tuo mengobati Guan Yu yang terkena panah beracun dengan cara membelah daging dan mengerok racun yang telah mencapai tulangnya.
Sementara itu, hubungan antara Hua Tuo dan Perdana Menteri Cao Cao tercatat dalam sumber sejarah, yaitu Sanguozhi (三國志). Hua Tuo dikenal sebagai tabib yang merawat Cao Cao, yang menderita penyakit kronis. Namun, kemudian Hua Tuo dipenjara dan dijatuhi hukuman mati karena dianggap tidak mematuhi perintah penguasa tersebut. Beberapa waktu setelah kematiannya, Cao Cao dikisahkan menyesali wafatnya sang tabib.
