Menurut catatan Hui Zhou Fu Zhi (惠州府志), Tan Gong (谭公) dikenal dengan nama Tan De (谭德). Beliau hidup pada masa Dinasti Yuan di daerah Gui Shan (归善), yang kini termasuk wilayah Hui Zhou, Provinsi Guang Dong.
Legenda masyarakat Hui Zhou menyebutkan bahwa Tan Gong telah menjadi yatim piatu sejak kecil dan kemudian dibesarkan oleh neneknya di Desa Mai Tian. Sejak usia belia, beliau bekerja sebagai penggembala sapi. Setelah dewasa, beliau mendalami ajaran Tao dan melanjutkan latihannya di kawasan Gunung Jiu Long (九龙峰) di Hui Zhou.
Sepanjang hidupnya, Tan Gong dikenal sebagai pribadi yang sederhana, baik hati, dan bijaksana. Konon, beliau tetap tampak awet muda berkat praktik Yang Sheng Shu (养生术), yaitu metode pemeliharaan kesehatan berdasarkan ajaran agama Tao.
Tan Gong banyak menolong masyarakat melalui keahlian dan pemahamannya tentang Tao. Pertolongan tersebut antara lain meliputi hal-hal berikut.
- Menyembuhkan penyakit dan membantu masyarakat menghadapi wabah yang tidak dapat ditangani oleh tabib lain.
- Memberikan peringatan kepada para nelayan mengenai kemungkinan datangnya badai serta perubahan cuaca, arah angin, dan kondisi gelombang laut. Informasi tersebut sangat penting untuk menunjang keselamatan pelayaran dan keberhasilan dalam penangkapan ikan.
Berdasarkan catatan Dinasti Qing dalam Qing Shi Lu (清实录), Kaisar Xian Feng (咸丰) pada tahun 1856 menganugerahkan gelar Xiang Ji (襄济) kepada Tan Gong. Sementara itu, umat memberikan berbagai gelar penghormatan, antara lain Zi Xiao Zhen Ren (紫霄真人) dan Tan Xian Sheng (谭仙圣).
Pemujaan terhadap Tan Gong berkembang luas di kalangan masyarakat Guang Dong. Seiring dengan migrasi masyarakat Hakka dan Kanton sejak abad ke-18, pemujaan tersebut menyebar ke Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Hari kebesaran Tan Gong diperingati setiap tanggal 8 bulan keempat dalam penanggalan Imlek (四月初八).
