Sikap menunda biasanya diidentikkan dengan sikap negatif yang dimiliki seseorang. Kita sering kali menunda pekerjaan yang tidak kita sukai sehingga pekerjaan menjadi banyak dan menumpuk. Ketika mendekati batas waktu, baru kita buru-buru mengerjakannya. Manusia cenderung menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang mereka sukai dan menghindari atau menunda pekerjaan yang dianggap sulit atau tidak diminati.
Seperti yang kita ketahui, menunda pekerjaan akan berakibat:
- Pekerjaan tersebut menjadi tidak selesai,
- Ketika deadline (batas waktu) tiba, pekerjaan akan dilakukan dengan buru-buru sehingga hasilnya menjadi tidak maksimal, dan
- Menimbulkan stres.
Oleh karena itu, kita sebaiknya tidak menunda pekerjaan yang harus kita selesaikan.
Namun, ada hal-hal yang sebaiknya kita tunda juga. Dengan mengetahui dan mengerti dampak menunda di atas, maka jika kita terapkan pada saat menghadapi emosi atau amarah yang akan meluap dari dalam diri, ada baiknya kita tunda dengan mengalihkan pikiran atau pandangan kita dari hal-hal yang membuat kita marah, benci, atau emosi.
Dengan menundanya, kita mengharapkan hasilnya akan seperti menunda pekerjaan tadi, yaitu:
- Tidak jadi emosi, tidak jadi marah.
- Ketika marah atau emosi, yang dikeluarkan lebih mereda (tidak maksimal lagi).
- Emosi yang menumpuk, jika tidak tersalurkan, akan menimbulkan stres.
Untuk poin ketiga ini, kita harus menyadari bahwa emosi yang menumpuk akan menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak. Oleh karena itu, kalau kita sudah mengerti akan hal ini, maka kita harus mengantisipasinya dengan tidak memendam amarah atau emosi tersebut. Biarkan menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Ini akan lebih baik sehingga batin kita lebih sehat dan bahagia.
