Dua Sisi Kehidupan

Segala unsur di dunia yang kita tinggali ini mengandung dualisme. Ada pria dan wanita, siang dan malam, tinggi dan rendah, positif dan negatif, sesuai yang digambarkan oleh lambang taiji.

Apa yang kita alami, segala kejadian dalam hidup, juga mengandung dua sisi. Ada yang membahagiakan dan ada yang menyedihkan atau mengecewakan. Ada keadaan ketika kita berada di posisi yang diuntungkan, ada pula ketika kita dirugikan. Semua hal ini tidak dapat dihindari selama kita menjalani hidup di dunia.

Setelah kita belajar Tao, mendengar ceramah Tao, dan rajin lian gong, kita diharapkan mampu mawas diri dan bijak dalam menghadapi setiap kejadian hidup. Saat mengalami keadaan yang membahagiakan atau membawa keberuntungan, kita perlu tetap rendah hati dan tidak mabuk oleh kebahagiaan tersebut.

Sebaliknya, ketika mengalami keadaan yang menyedihkan, mengecewakan, atau penuh kesialan, kita diharapkan mampu mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. Kita perlu memiliki mental yang kuat dan pikiran yang tenang untuk melewati masa-masa sulit. Tidak sedikit dari kita yang terhanyut dalam kesedihan berkepanjangan hingga tidak dapat berpikir jernih sehingga masa sulit pun semakin sukar dilewati.

Seandainya paradigma kita dalam menghadapi masa sulit dapat dibalik menjadi, “Apa yang bisa saya pelajari dari kejadian ini?” atau “Bagaimana solusinya? Langkah apa yang harus saya lakukan agar keadaan ini membaik?” maka pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan membentuk mental yang kuat, tahan banting, dan menjadikan kita manusia tangguh. Seperti kata pepatah, “Pelaut ulung tercipta dari banyaknya ombak dan badai yang sudah ia lalui.”

Singkirkanlah perasaan sedih yang berkepanjangan. Bagaimana pun, kita harus mampu dan berjiwa xiao yao dan optimis dalam menghadapi segala hal di dunia ini. Kejarlah kebahagiaan dalam segala kondisi. Jangan lupa memohon perlindungan dan pertolongan kepada Mahadewa Thay Shang Lao Cin dan Dewa-dewi agar senantiasa menyertai setiap langkah kita selama xiu dao. Siapa lagi yang dapat menolong umat manusia selain Mahadewa Thay Shang Lao Cin dan Dewa-dewi yang agung dan mulia?