Mengapa Xiudao Dapat Mengubah Seseorang Menjadi Lebih Baik

Dalam agama Tao tidak ada larangan khusus bagi umatnya, melainkan hanya anjuran untuk menggunakan wu (kesadaran) dalam melakukan apa pun. Namun, mengapa melalui xiudao seseorang dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik?

Mari kita ambil contoh kejadian sehari-hari yang umumnya dialami setiap orang. Kepenatan dan kesibukan menjalani hari, permasalahan yang membebani pikiran, hingga hal-hal sepele seperti terbangun karena mimpi buruk, dapat membuat perasaan seseorang menjadi gelisah, marah, atau emosional. Bisakah kita mengendalikan perasaan negatif yang muncul saat itu? Jika tidak, apalagi kejadiannya terjadi pada pagi hari, kemungkinan sepanjang hari kita akan menjadi bad mood. Tanpa kita sadari, hal itu mungkin saja kita lampiaskan kepada orang terdekat.

Dalam keluarga, istri atau suami dan anak-anak bisa terimbas perasaan negatif tersebut. Akibatnya, pasangan ikut merasa bad mood dan anak-anak—yang mungkin hanya membuat kesalahan kecil—bisa dimarahi habis-habisan. Pada akhirnya, hal ini dapat berpengaruh pada kondisi mental anak. Tentunya kita tidak menginginkan hal itu terjadi.

Karena xiudao menitikberatkan pada wu (kesadaran), kita akan berusaha menjaga ketenangan batin sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan dapat dicegah.

Ketenangan batin dapat kita peroleh melalui lian gong. Saat lian gong, kita dapat menenangkan diri dan melihat ke dalam batin. Inilah salah satu cara yang paling efektif untuk menjaga ketenangan batin. Kita dapat melihat perubahan pada sikap taoyu-taoyu yang sudah maju xiudao-nya. Mereka yang awalnya mudah emosi atau mudah marah dapat berubah menjadi pribadi yang lebih tenang dan tidak lagi meluap-luap emosinya.

Hasil lian gong benar-benar dapat kita rasakan. Itulah sebabnya dalam ajaran Tao kita dianjurkan untuk lian gong setiap hari. Maka dari itu, xiudao sungguh dapat mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik.