Solving Problem Ala Siu Tao

Dalam menjalani proses kehidupan, seringkali kita dihadapkan pada suatu hambatan atau barrier yang biasa dalam masyarakat pada umumnya disebut dengan istilah masalah. Besarnya suatu hambatan atau barrier biasanya variatif dan diukur menggunakan skala terkecil sampai terbesar. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia akan mengalaminya dalam setiap fase kehidupan.

Dalam sudut pandang penyelesaian suatu masalah, akan ada berbagai hal yang membedakan antara manusia satu dengan lainnya. Hal itu akan terlihat dari bagaimana cara seseorang menyelesaikan suatu permasalahan dalam kehidupannya. Dari sisi itu akan terlihat jelas nilai diri atau value dari orang yang bersangkutan. Tinggi rendahnya nilai diri atau  value seseorang bisa ditelaah dari sisi karakter atau moralitasnya. Karakter atau moralitas adalah faktor penting yang akan mempengaruhi besar kecilnya suatu masalah yang nanti akan dihadapi di masa depan dalam kehidupan setiap manusia.

Berkaca dari hal itulah, pemahaman tentang ajaran Tao mengenai Xiu Xin Yang Xing (Merevisi Diri) sejak usia dini harus dipelajari dan diresapi dalam praktik kehidupan sehari-hari. Proses mengikis karakter buruk kemudian diolah menjadi lebih baik, setelah itu nilai diri akan terus bertambah seiring dengan pembinaan dan pematangan diri melalui latihan Jing Zuo yang terarah (salah satu pusaka dalam Tao Ying Suk).

Melalui cara ini, masalah kecil dalam kehidupan otomatis akan hilang dan masalah besar yang akan dihadapi di masa datang otomatis akan pudar dan berkurang seiring dengan sejauh mana proses merevisi karakter ini. Dengan melalui proses tersebut, setiap masalah dalam fase kehidupan setidaknya akan bisa dilewati dengan baik dan lancar.

Dari penjelasan tadi, memang hanya dijelaskan secara singkat dan sederhana, tetapi pada kenyataannya jelas tidak mudah untuk dilakukan. Proses merevisi dan pengendalian diri (mawas diri) bisa dikatakan adalah sebuah proses pekerjaan pengikisan dan penempaan diri seumur hidup. Dibutuhkan semangat juang tinggi yang tidak mengenal arti kata LELAH dan kemantapan hati yang harus terus dilakukan sampai tidak ada lagi keinginan untuk MENYERAH. Dengan begitu barulah suatu hari nanti, di masa datang kita akan memetik hasil yang pantas, sesuai dengan fase-fase yang sudah dilewati dan membawa nilai diri kita yang telah direvisi menjadi lebih dari sekedar BAIK.

Berikan komentar

15 + 4 =