Perlukah Memandirikan Bayi?

Gaya pengasuhan atau parenting banyak mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Tidak sedikit gaya pengasuhan zaman dulu dianggap sebagai mitos belaka oleh ibu-ibu muda zaman sekarang, padahal sebenarnya karena tidak tahu alasan di belakangnya saja. Sebaliknya juga, gaya pengasuhan zaman sekarang juga beberapa dianggap aneh oleh ibu-ibu yang saat ini mungkin sudah menjadi nenek.

Salah satu hal yang sering menjadi perdebatan adalah seringnya menggendong bayi. Orang tua zaman dulu banyak yang berkata bahwa bayi yang sering digendong lama-lama akan tumbuh menjadi bayi yang manja dan minta digendong terus-terusan, atau istilahnya “bau tangan”. Sebagian dari mereka setuju bahwa bayi yang menangis sebaiknya didiamkan dulu agar bayi bisa belajar mandiri.

Bayi adalah manusia kecil yang ada di dalam kandungan selama 9 bulan dan merasakan hangatnya air ketuban dengan posisi meringkuk seperti dipeluk. Ia dilahirkan dan tiba-tiba merasakan dunia yang asing pasti menakutkan baginya. Tangisan adalah satu-satunya caranya berkomunikasi dengan ibu dan ayahnya.

Sebagai orang tua, menanggapi komunikasi tersebut (baca: tangisan bayi) merupakan suatu bentuk kasih sayang yang bisa dirasakan oleh bayi. Jika bayi menangis dan memanggil untuk minta tolong, kemudian kita hadir dan memeluknya, bayi dapat merasakan rasa aman dan dicintai. Justru rasa cinta ini yang akan membentuk kemandirian si anak, karena ia merasa selalu ditanggapi. Bayi dapat mempelajari diri mereka sendiri melalui mata ibu mereka. Ibu merefleksikan nilai bayi ke dirinya dan ke diri si bayi. Aliran gaya pengasuhan ini dapat membantu ibu membaca perasaan anak walaupun masih bayi. Kehadiran ibu yang konsisten atau dukungan lainnya dapat memberi rasa percaya diri dan membantu anak mempercayai dirinya sendiri, sehingga akan lebih mudah baginya mencapai puncak masa perkembangan menuju kemandirian. Masa muda anak yang penuh cinta membuatnya tumbuh menjadi manusia yang tidak merasa haus kasih sayang. Sebaliknya, bayi yang jarang ditanggapi bisa tumbuh menjadi anak yang berkecil hati karena secara tidak langsung merasa kurang diperhatikan.

Berikan komentar

9 − one =