Semua Butuh Proses

Seperti sebuah tanaman yang menghasilkan buah manis, kehidupan membutuhkan sebuah proses dan waktu untuk bisa menghasilkan kesuksesan. Kita mungkin sering mendengar bahwa di dunia ini tidak ada yang instan. Namun dalam kehidupan nyata, ternyata masih banyak dari kita yang kurang menghargai sebuah proses. Semakin berkembangnya teknologi dan peradaban manusia, kita sering kali menginginkan segala sesuatu untuk lebih cepat dan instan, seperti ingin kaya secara instan, ingin tubuh sehat tanpa olahraga, dan sebagainya. Hal ini membuat manusia menjadi kurang gigih dan sabar dalam menghadapi sebuah proses.

Bila kita melihat tokoh-tokoh sukses yang ada di dunia, tidak ada satupun kesuksesan yang diberikan secara instan atau kebetulan. Orang yang sukses dalam bisnis harus mengalami kebangkrutan berkali-kali dan pahitnya kegagalan. Mereka membangun bisnisnya dari nol, mereka tidak lahir di keluarga orang kaya atau menerima warisan yang banyak untuk bisa menjadi sukses seperti sekarang. Namun, mereka menghargai sebuah proses. Mereka tetap gigih mengembangkan bisnisnya hingga akhirnya bisa sukses. Dapat kita bayangkan bila mereka menginginkan hasil yang instan, pasti mereka akan mengganti bisnisnya setiap kali mengalami kegagalan bukan?

Bila kita melihat atlet atau artis yang terkenal di dunia, kesuksesan mereka juga merupakan sebuah proses yang panjang dan melelahkan. Atlet basket yang kita saksikan sekarang mungkin tidak bisa melempar bola secara akurat ketika pertama ia memulai karirnya. Namun seiring latihan dan perjuangan yang keras, kita dapat menyaksikan begitu banyak atlet yang terlihat begitu ahli dalam bidangnya. Sekali lagi, keahlian ini juga bukanlah suatu hal yang instan atau dibawa dari lahir. Semua membutuhkan proses dan keuletan pada suatu bidang.

Dalam mengembangkan rohani atau spiritual pun juga membutuhkan proses untuk bisa berhasil. Dalam ajaran Tao, kita diajarkan untuk selalu merevisi diri dan berlatih lian gong. Proses ini harus kita lakukan selamanya sampai akhir hayat. Maka dalam Tao, kita tidak dianjurkan untuk mati dalam satu titik. Kita harus terus memperbaiki yang masih kurang dan terus belajar hingga akhir kehidupan. Dengan begitu, setiap hari merupakan selangkah lebih maju lagi menuju kesempurnaan. Dalam siu tao, tidak ada hasil yang instan. Siu tao bukanlah mengenai asal percaya maka kita pasti masuk surga. Begitu pula tidak ada mantra atau resep apapun yang dapat membuat kita secara instan menjadi suci atau terlepas dari karma buruk. Semua harus kita pertahankan dan perjuangkan dalam tindakan kita setiap harinya. Maka, dalam belajar Tao, kita harus lebih menghargai proses ketimbang hasil yang instan. Nikmatilah setiap perkembangan kecil yang terjadi pada diri kita. Merevisi diri tidak bisa dilakukan dalam semalam, namun merupakan suatu proses yang harus dipegang teguh hingga akhir. Dengan begitu, maka kita telah menjalani kehidupan dengan seharusnya, dengan terus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi setiap harinya.

Berikan komentar

nineteen − thirteen =